Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St. Kitts and Nevis

Indonesia membuka kantor konsul kehormatan yang pertama di negara Federasi St. Kitts and Nevis di wilayah Karibia.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 20 September 2019  |  18:07 WIB
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St. Kitts and Nevis
Lanskap Saint Kitts and Nevis - stkittstourism.kn

Bisnis.com, JAKARTA--Indonesia membuka kantor konsul kehormatan yang pertama di negara Federasi St. Kitts and Nevis di wilayah Karibia.

"[Pembukaan kantor] guna meningkatkan kerja sama khususnya ekonomi dan perdagangan, melindungi kepentingan Indonesia dan memberikan pelayanan kepada warga negara Indonesia di negara tersebut," ujar Priyo Iswanto, Duta Besar RI untuk Republik Kolombia, merangkap Antigua dan Barbuda serta Saint Christopher dan Nevis, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (20/9/2019).

St. Kitts and Nevis adalah negara dua pulau di kawasan Karibia dengan penduduk 55.345 dan pendapatan per kapita US$17.090.

Hubungan antara St. Kitts and Nevis dan Indonesia masih relatif muda. Hubungan diplomatik keduanya dimulai sejak 30 Januari 2014. Hubungan kedua negara terus berkembang, ditandai dengan total perdagangan menjadi US$1 juta pada 2018, meningkat dibandingkan 2017 sebesar US$801 ribu.

Selain itu, kedua negara juga menjalin kerja sama teknis dalam bidang pelatihan dan peningkatan kapasitas, kepesertaan mahasiswa dari negara tersebut untuk belajar di Indonesia, dan kehadiran Konsul Kehormatan Republik Indonesia di negara tersebut.

Faron T. Lawrence ditunjuk sebagai Konsul Kehormatan Republik Indonesia. Dia merupakan warga St. Kitts and Nevis yang juga seorang pengusaha dan Kepala Kamar Dagang dan Industri di negara tersebut.

Menteri Luar Negeri St. Kitts dan Nevis Mark Brantley memuji keputusan Pemerintah Indonesia mengangkat konsul kehormatan di Basseterre. hal itu dinilai sebagai cerminan peningkatan kerja sama yang sangat dinamis setelah pembukaan hubungan diplomatik 5 tahun lalu. Pengangkatan konsul kehormatan itu dinilai menjadi model bagaimana hubungan antara negara besar dan negara kecil.

“Dubes Priyo Iswanto telah memilih orang yang tepat untuk menjadi konsul kehormatan Indonesia karena Faron T. Lawrence memiliki jaringan yang sangat luas dan berpengaruh sebagai seorang pengusaha sukses dan Ketua Kamar Dagang dan Industri," kata Menlu Brantley.

Untuk mendukung peningkatan kerja sama, kedua negara telah saling memberlakukan kebijakan bebas visa untuk kemudahan warga kedua negara saling berkunjung. St. Kitts and Nevis merupakan negara pertama di Karibia yang memberlakukan bebas visa selama 30 hari bagi warga negara Indonesia sejak awal Februari tahun ini.

“Kita mesti mengambil manfaat dari fasilitas bebas visa ini dan kita perlu menyingkirkan persepsi bahwa kita berjauhan secara geografis dan kini saatnya Barat dan Timur menjadi dekat," kata Priyo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenlu

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top