Bamsoet: Rebut Suara Milenial Partai Golkar Perlu Rebranding

Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa partai politik tersebut memerlukan rebranding menjadi partai anak muda yang mewakili lebih dari 40 juta pemilih pada Pemilu 2019.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 20 September 2019  |  19:47 WIB
Bamsoet: Rebut Suara Milenial Partai Golkar Perlu Rebranding
Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo saat berbicara dalam diskusi Merawat Golkar, Merawat Rumah Besar Kebangsaan pada Jumat 20 September 2019. - Bisnis/John Andhi Oktaveri.

Bisnis.com, JAKARTA -  Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa partai politik tersebut memerlukan rebranding menjadi partai anak muda yang mewakili lebih dari 40 juta pemilih pada Pemilu 2019.

Menurutnya, citra Partai Golkar Partai Golkar lebih diidentikkan dengan partai orang tua, bukan partai milenial. Sedangkan ke depan pemilih di kalangan milenial sangat potensial untuk membesarkan salah satu partai tertua di Indonesia tersebut.

Menurutnya, kalau Partai Golkat tidak bisa mengubah lambang pohon beringin, namun gaya kepemimpinan serta citra yang dibangun harus mencitrakan anak muda yang akrab dengan media sosial.

“Lambang pohon beringin tak mungkin diubah. Kita tak mungkin berubah warna kita, kuning tetap kuning, tapi bagaimana kita menciptakan kuning yang modern yang disenangi anak muda,”ujarnya saat menjadi Keynote Speaker pada acara diskusi bertajuk Merawat Golkar, Merawat Rumah Besar Kebangsaan, hari ini Jumat (20/9/2019).

Turut jadi nara sumber pada acara diskusi itu pengamat politik Efendi Ghazali, pengamat militer Salim Said serta Direktur Eksekutif IndoBarometer Muhammad Qodari.

Menurut Bamsoet, rebranding juga bertujuan untuk terus membesarkan partai dengan menghilangkan perilaku seperti katak di bawah tempurung atau merasa hebat. Sifat demikian, ujarnya tidak cocok dengan kekinian guna memajukan Partai Golkar.

“Kalau Golkar seperti katak di bawah tempurung maka kita akan ditinggal oleh anak muda. Karena itu kita perlu merangkul kaum muda dengan menonjolkan tokoh milenial,” ujar Ketua DPR tersebut .

Pada bagian lain Bamsoet juga menyoroti banyaknya kalangan pensiunan TNI yang meninggalkan partai itu dan berpindah ke artai lain. Padahal, para pendiri Partai Golkar didominasi oleh TNI Angkatan Darat.

Karena itu dia berharap organisasi Trikarya yang terdiri dari Kosgoro, MKGR, dan SOKSI selalu menjadi lokomotif penggerak Partai Golkar ke depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai golkar

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top