RI Buka Kantor Konsul Kehormatan di St. Kitts dan Nevis, Karibia

Indonesia membuka kantor Konsul Kehormatan yang pertama di negara Federasi St. Kitts dan Nevis, di wilayah Karibia, untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan, melindungi kepentingan Indonesia, dan memberikan pelayanan kepada warga negara Indonesia di negara itu.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 19 September 2019  |  12:27 WIB
RI Buka Kantor Konsul Kehormatan di St. Kitts dan Nevis, Karibia
Salah satu sudut pemandangan alam di Negara St. Kitts & Navis. - Bisnis/caribbeanislands.com
Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia membuka kantor Konsul Kehormatan yang pertama di negara Federasi St. Kitts dan Nevis, di wilayah Karibia, untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan, melindungi kepentingan Indonesia, dan memberikan pelayanan kepada warga negara Indonesia di negara itu.
 
Menteri Luar Negeri St. Kitts dan Nevis Mark Brantley memuji keputusan Indonesia mengangkat konsul kehormatan di Basseterre, ibukota St. Kitts dan Nevis.
Dia menilai langkah itu sebagai cermin peningkatan kerja sama yang sangat dinamis setelah pembukaan hubungan diplomatik lima tahun lalu dan menjadi model bagaimana hubungan antara negara besar dan negara kecil. 
 
Faron Tenyson Lawrence ditunjuk menjadi Konsul Kehormatan Republik Indonesia yang pertama. 
Dia adalah warga  St. Kitts dan Nevis yang juga seorang pengusaha dan Kepala Kamar Dagang dan Industri di negara itu dengan kantor beralamat di Unit 12, Horsfords Shopping Mall, Wellington Road, Basseterre, St. Kitts.
 
“Dubes [Duta Besar RI untuk St. Kitts dan Nevis] Priyo Iswanto telah memilih orang yang tepat untuk menjadi konsul kehormatan Indonesia karena Faron T. Lawrence memiliki jaringan yang sangat luas dan berpengaruh sebagai seorang pengusaha sukses dan Ketua Kamar Dagang dan Industri,” kata Brantley, seperti dikutip dari siaran pers KBRI Bogota, Kamis (19/9/2019).
 
Sementara itu, Faron T. Lawrence mengaku dirinya telah mengenal Indonesia sejak setahun lalu saat diundang menghadiri Trade Expo Indonesia 2018 dan langsung tertegun melihat kemajuan Indonesia. 
 
Sejak itu dirinya tertarik untuk memajukan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan Indonesia. Dia pun kini siap melayani kepentingan Indonesia dan warga negara Indonesia di St. Kitts dan Nevis. 
 
“Banyak peluang bisnis di St. Kitts dan Nevis, mulai dari kebutuhan untuk pemenuhan kapal kecil maupun teknisi mesin otomotif yang dapat dipenuhi oleh Indonesia,” papar Lawrence.
 
Untuk mendukung peningkatan kerja sama, kedua negara telah memberlakukan bebas visa untuk memudahkan warga kedua negara saling berkunjung. St. Kitts dan Nevis merupakan negara pertama di Karibia yang memberlakukan bebas visa selama 30 hari bagi warga negara Indonesia sejak awal Februari tahun ini.  
 
“Kita mesti mengambil manfaat dari fasilitas bebas visa ini dan kita perlu menyingkirkan persepsi bahwa kita berjauhan secara geografis dan kini saatnya barat dan timur menjadi dekat,” kata Dubes Priyo Iswanto.
 
St. Kitts dan Nevis adalah negara dua pulau di kawasan Karibia dengan penduduk 55.345 orang dan pendapatan per kapita US$17.090. Hubungan antara St. Kitts dan Nevis dengan Indonesia masih relatif muda, dimulai dengan pembukaan hubungan diplomatik sejak 30 Januari 2014. 
 
Namun, hubungan kedua negara terus berkembang yang ditandai dengan total perdagangan US$1 juta pada 2018, meningkat dari tahun 2017 yang hanya US$801.000, kerja sama teknis dalam bidang pelatihan dan peningkatan kapasitas, kepesertaan mahasiswa dari negara tersebut untuk belajar di Indonesia, dan kehadiran Konsul Kehormatan RI di negara tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hubungan diplomatik, kolombia

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top