Munas Golkar 2019, Peluang Petahana Masih Kuat

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyebut bahwa peluang Airlangga Hartarto untuk kembali memimpin Golkar semakin menguat menjelang penyelenggaraan Musyawarah Nasional Golkar Desember 2019.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 19 September 2019  |  13:46 WIB
Munas Golkar 2019, Peluang Petahana Masih Kuat
Ace Hasan Syadzily - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Sebagai petahana, peluang Airlangga Hartarto disebut lebih besar untuk memimpin lagi Partai Golkar lewat Musyawarah Nasional Golkar Desember 2019. Walaupun begitu, kesempatan Bambang Soesatyo masih terbuka.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyebut bahwa peluang Airlangga Hartarto untuk kembali memimpin Golkar semakin menguat jelang penyelenggaraan Musyawarah Nasional Golkar Desember 2019.

Terlebih, sebanyak 32 DPD II Partai Golkar di Jawa Tengah sudah menyatakan dukungannya secara bulat kepada Airlangga. Dukungan itu sudah ditegaskan sejak Agustus lalu dan Airlangga diharapkan kembali memimpin partai beringin untuk periode selanjutnya.

Walaupun begitu, lanjutnya, bila dicermati dinamikanya memang mengerucut pada dua nama yaitu Airlangga Hartanto dan Bambang Soesatyo. “Tetapi kecenderungan hari ini menguat ke Airlangga, yang tampak dari dukungan terbuka para pemilik suara DPD I dan II juga para tokoh senior partai,” kata Ace dalam keterangan tertulis, Rabu (18/9).

Selain dukungan nyata para pengurus DPD I dan II, dukungan kepada Airlangga juga menguat karena kontribusi nyata Golkar saat Pilpres 2019 kemarin memenangkan Jokowi-Maruf.

Selain itu, kata dia, sosok Airlangga sebagai seorang teknokrat dinilai akan banyak membantu kerja-kerja pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Jokowi-Maruf selama lima tahun ke depan.

“Golkar dalam hal ini adalah partai yang selalu ada bersama pemerintah mendukung program pembangunan nasional,” katanya.

Terkait dengan munculnya dinamika dan polarisasi kekuatan di tubuh Golkar dengan majunya Bambang Soesatyo, Ace menilai itu hal biasa di internal Golkar. Dia menekankan Golkar adalah partai yang demokratis.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Bunda Mulia, Silvanus Alvin mengatakan peluang Airlangga memang saat ini lebih besar ketimbang Bambsoet. “Karena bagaimana pun juga petahana yakni Airlangga dipandang oleh kader-kader Golkar. Bila tidak dipandang, maka sudah lama kepemimpinan Airlangga digoyang,” katanya.

Di sisi lain, posisi Bamsoet juga tidak bisa dipandang sebelah mata.  Dia pun menyarankan agar Airlangga merangkul para sesepuh Golkar seperti Jusuf Kalla dan Akbar Tandjung untuk semakin meneguhkan para pemegang hak pilih di Golkar untuk menjatuhkan dukungan padanya.

“Pengaruh sesepuh Golkar besar besar sekali. Karena mereka ini opinion leader. Dan budaya di Indonesia ini menjunjung para senior ini. Kita dengar nasihatnya. Kalau tidak dengar orangtua ada anggapan bisa kualat. Jadi menggaet para sesepuh Golkar itu demi mengunci kemenangan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai golkar

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top