Didik J Rachbini Sebut B.J. Habibie Bapak Demokrasi Indonesia

B.J. Habibie disebut berkontribusi besar dalam peralihan Indonesia dari Orde Baru ke Reformasi.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 12 September 2019  |  01:28 WIB
Didik J Rachbini Sebut B.J. Habibie Bapak Demokrasi Indonesia
Sejumlah prajurit Pasukan Pengamanan Presiden mengangkat peti jenazah almarhum Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie menuju mobil ambulans di Rumah Jenazah Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/10/2019). - ANTARA/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya Presiden Ke-3 RI B.J. Habibie pada Rabu (11/9/2019).

Didik, yang pernah berada dalam kepengurusan organisasi Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) bersama almarhum, menyampaikan rasa duka yang mendalam. Menurutnya, sosok Habibie dengan latar belakang pendidikan modern dan tidak feodal secara etnis berperan dalam sejarah mengantar peralihan dari rezim Orde Baru ke periode Reformasi yang demokratis.

"Dalam masa kepemimpinannya yang singkat, telah banyak kebijakan yang mendorong ke arah demokratisasi politik, misalnya desentralisasi, Bank Indonesia yang independen, pemberantasan korupsi, dan sebagainya. Boleh dikatakan bahwa Habibie adalah Bapak Demokrasi Indonesia," tuturnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/9).

Habibie juga dipandang membawa perubahan besar bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Pasalnya, ketika kehidupan Indonesia masih agraris pada era 1980-an, dia justru mengenalkan konsep ilmu pengetahuan dan teknologi yang kemudian dikenal dengan istilah IPTEK.

"Modernisasi Indonesia juga melalui kiprah dan pemikirannya," ucap Didik.

Dia memandang warisan pemikian dan usaha Habibie dalam bidang teknologi semestinya bisa dilanjutkan untuk memperkuat Indonesia dalam bidang teknologi. Beberapa di antaranya PT PAL untuk bidang perkapalan, PINDAD untuk persenjataan, dan IPTN untuk kedirgantaraan.

Perusahaan tersebut seharusnya masuk dalam kerangka undang-undang pembangunan teknologi nasional dan kekuatan militer agar Indonesia tidak diremehkan oleh dunia internasional.

"Ini yang diabaikan selama ini sehingga Indonesia tergantung kepada teknologi luar," imbuh Didik.

Habibie meninggal dunia di usia 83 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta pada Rabu (11/9) sekitar pukul 18.05 WIB, setelah dirawat di rumah sakit itu sejak Minggu (1/9).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
habibie

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top