Kesepakatan Dagang AS-Jepang Korbankan Industri Otomotif Jepang

Amerika Serikat dan Jepang pada prinsipnya menyetujui kesepakatan dagang yang akan memangkas tarif Tokyo terhadap impor AS seperti daging sapi, babi, dan produk agrikultur lainnya.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  12:34 WIB
Kesepakatan Dagang AS-Jepang Korbankan Industri Otomotif Jepang
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menunggu Ivanka Trump dan Jared Kushner untuk bergabung dengan mereka untuk foto grup pada hari pertama KTT G20 pada 28 Juni 2019 di Osaka, Jepang. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Amerika Serikat dan Jepang pada prinsipnya menyetujui kesepakatan dagang yang akan memangkas tarif Tokyo terhadap impor AS seperti daging sapi, babi, dan produk agrikultur lainnya.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan perjanjian tersebut pada Minggu (25/8/2019), di sela-sela KTT G7 di Biarritz, Prancis, menyusul pertemuan bilateral pada hari sebelumnya.

Dalam kesepakatan ini, Trump juga mengatakan bahwa Jepang akan membeli gandum dan jagung AS dalam jumlah besar.

"Jika disebut sebagai win-win, Amerika masih mendapatkan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan Jepang," kata Ichiro Fujisaki, mantan duta besar Jepang untuk AS, seperti dikutip melalui Bloomberg, Senin (26/8/2019).

Menurut Fujisaki, bagi Jepang ini sebuah kemenangan kecil.

Ada jaminan bahwa AS tidak akan mengambil keputusan sepihak, seperti membatasi impor mobil atau kebijakan lain tentang isu keamanan.

Namun, negara sakura ini tidak mendapatkan penghapusan tarif eksisting untuk impor otomotif sebagai ganti konsesi pertaniannya, atau janji publik untuk tidak mengenakan pungutan mobil yang lebih tinggi.

Padahal Jepang telah bersedia untuk menahan ancaman tambahan pungutan terhadap ekspor mobil ke AS.

"Pada prinsipnya kami sudah sepakat untuk segala aspek," ujar Trump.

Dia juga mengatakan bahwa akan ada pembelian besar untuk gandum dan jagung dalam waktu dekat, tetapi kesepakatan ini tidak mengubah penerapan tarif AS terhadap impor mobil Jepang.

Adapun, Perdana Menteri Jepang mengatakan bahwa rencana pembelian produk agrikultur AS sangat mungkin terjadi apalagi saat ini pertanian Jepang sedang dilanda wabah hama, sehingga pemerintah perlu membuka alternatif bagi sektor swasta untuk membeli tambahan pasokan dari AS.

"Jika kita ingin melihat berlakunya perjanjian perdagangan ini, saya cukup yakin bahwa akan ada dampak positif yang sangat besar pada ekonomi Jepang maupun Amerika," kata Abe.

Dewan Produsen Daging Babi Nasional dan Ketua Komite Pertanian Senat AS Pat Roberts, menyampaikan, kesepakatan ini akan menempatkan pertanian Amerika di tingkat yang sama dengan 11 negara anggota Trans-Pacific Partnership.

Sekretaris Pertanian Sonny Perdue mengatakan akan menghapus hambatan perdagangan akan memungkinkan penjualan produk pertanian AS yang lebih besar di Jepang.

Di sisi lain, beberapa orang di Jepang kesepakatan ini adalah harga yang pantas untuk dibayar mengingat manfaatnya.

Menurut kepala ekonom di Itochu Research Institute Inc., Atsushi Takeda, secara realistis, AS sudah lama mengantongi ancaman tarif 25% untuk otomotif Jepang.

"Tapi kita berhasil menghindari hal itu. Mungkin tidak ada kuota dan untuk saat ini ada tidak ada komentar tentang mata uang. Saya pikir mereka berhasil keluar dengan kesepakatan yang lumayan bagi kedua belah pihak," ujar Takeda.

Meskipun kesepakatan yang diusulkan dapat menjadi batu loncatan bagi Trump menuju kampanye pemilihan ulang ketika menghadapi meningkatnya ketegangan dengan China, reaksi awal dari beberapa pihak di Jepang terlihat beragam.

Beberapa pejabat di Tokyo mengatakan negara itu tidak harus menyerah terhadap produk pertanian AS tanpa konsesi substansial, dan perjanjian perdagangan Jepang umumnya memerlukan persetujuan parlemen.

"Seperti yang saya kira, Jepang menyerah pada aspek pertanian dan tidak memenangkan apa pun untuk impor mobil. Diplomasi sembrono semacam ini membuat Abe bahagia, tetapi menyakiti rakyat," tulis mantan Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama, lawan politik Abe dari Partai Demokrat Liberal, melalui akun twitternya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top