Iran: AS Hadapi Konsekuensi Serius Jika Berani Sita Kapal Adrian Darya 1

Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak berusaha merebut kapal tanker minyak Iran yang berlayar dari Gibraltar setelah ditahan selama enam minggu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  06:14 WIB
Iran: AS Hadapi Konsekuensi Serius Jika Berani Sita Kapal Adrian Darya 1
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi

Bisnis.com, JAKARTA - Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak berusaha merebut kapal tanker minyak Iran yang berlayar dari Gibraltar setelah ditahan selama enam minggu.

Kapal tanker Adrian Darya 1, yang sebelumnya bernama Grace 1, bertolak ke arah timur Laut Mediterania kemarin setelah pihak berwenang di Gibraltar menolak permintaan dari Washington untuk menahan kapal tersebut.

Tujuan kapal itu adalah pelabuhan Yunani Kalamata, menurut data pengiriman.

Abbas Mousavi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan pada konferensi pers bahwa setiap upaya merebut kapal dengan muatan 2,1 juta barel minyak mentah itu akan memiliki "konsekuensi serius".

"Jika tindakan seperti itu diambil atau bahkan jika dinyatakan secara lisan dan tidak dilakukan, itu dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan maritim di perairan internasional," kata Mousavi seperti dikutip Aljazeera.com, Seasa (20/8/2019).

Republik Islam Iran telah memberikan peringatan yang diperlukan kepada para pejabat AS melalui saluran resmi, terutama kedutaan Swiss di Teheran, untuk tidak melakukan kesalahan seperti itu karena akan memiliki konsekuensi besar, katanya.

Marinir Kerajaan Inggris merebut kapal itu pada bulan Juli dengan dugaan pengiriman minyak ke Suriah adalah sebagai pelanggaran atas aturan Uni Eropa. Sedangkan, Iran membantah kapal tanker itu pernah menuju ke Suriah.

Langkah Inggris memicu kemunduran tajam dalam hubungan antara Iran dan Inggris.  Teheran kemudian menahan sebuah kapal tanker berbendera Inggris dalam apa yang dilihat sebagai langkah pembalasan.

Mahkamah Agung (MA) Gibraltar memerintahkan pembebasan kapal tanker Iran pekan lalu setelah pihak berwenang di wilayah luar negeri Inggris mengatakan telah menerima jaminan tertulis dari Iran bahwa kapal tidak akan menuju ke negara-negara yang dikenai sanksi Uni Eropa.

Akan tetapi pihak Tehran membantah telah membuat janji tentang tujuan kapal untuk mengamankan pembebasan.

Dalam upaya terakhir untuk menghentikan pembebasan kapal itu, AS mengeluarkan surat perintah pada Jumat lalu untuk menyita kapal Darya 1 dan muatannya.

AS beralasan karena pelayaran kapal itu melanggar sanksi AS berupa aturan  pencucian uang dan undang-undang "terorisme".

Mousavi mengatakan perintah pengadilan Gibraltar untuk membebaskan kapal tanker minyak itu merupakan pukulan bagi "unilateralisme" AS.

Dia juga membantah tudingan adanya kaitan antara penyitaan kapal tanker Iran di lepas pantai Gibraltar dan tanker berbendera Inggris di Teluk.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, amerika serikat

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top