Asap Kebakaran Hutan di Kalimantan Mulai Masuk Malaysia

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan hari ini sempat terdeteksi arah sebaran asap keluar batas wilayah negara atau transboundary haze.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  21:32 WIB
Asap Kebakaran Hutan di Kalimantan Mulai Masuk Malaysia
Petugas gabungan memadamkan api yang membakar lahan. - ANTARA / Mushaful Imam

Bisnis.com, JAKARTA - Kebakaran hutan di Kalimantan menyebabkan sebaran asap mulai terdeteksi masuk ke wilayah Serawak, Malaysia pada Selasa (13/8/2019).

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan hari ini sempat terdeteksi arah sebaran asap keluar batas wilayah negara atau transboundary haze.

"Asap teridentifikasi di wilayah Kalimantan Barat dan Serawak, Malaysia," katanya melalui keterangan resmi, Selasa (12/8/2019).

Berdasarkan data BMKG, pantauan citra satelit Himawari menunjukkan arah angin di Sumatera dan Kalimatnan pada umumnya dari tenggara ke barat laut – timur. Arah sebaran asap di Riau, Sumsel dan Kalteng menyebar ke arah barat laut, sedangkan Kalbar menyebar ke arah barat laut - timur.

BNPB mencatat titik panas di Kalimantan Tengah mencapai 144 titik dan Kalimantan Barat terpantau 104 titik. Namun kualitas udara masih dalam kategori baik. Asap juga terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) meskipun tidak terdeteksi titik panas atau pun titik api.

"Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih besar, BNPB menambah kekuatan udara. Sebelumnya 34 unit pesawat jenis helikopter beroperasi di beberapa wilayah di Indonesia. Total helikopter yang mendukung operasi pemadaman berjumlah 36 dengan rincian 28 unit untuk water-bombing dan 8 lain patroli," jelasnya.

Adapun pemadaman darat, total personel gabungan yang terlibat dan tersebar di sejumlah wilayah 9.072 orang. BMKG memprediksikan kemarau masih akan berlangsung hingga bulan Oktober. Kondisi ini mendorong sinergi multipihak untuk melakukan penanganan karhutla yang lebih optimal.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan modis-catalog.lapan.go.id pada Selasa (13/8/2019), pukul 16.00 WIB, titik panas dengan tingkat kepercayaan 30% terpantau sejumlah 416 titik di seluruh wilayah Indonesia.

Rincian titik panas pantauan Lapan hingga sore tadi yaitu Kalteng 144 titik, Kalbar 104, Riau 56, Sumatera Utara 18, Nusa Tenggara Barat 17, Kalimantan TImur 13, Kalimantan Selatan 10, Jawa Tengah 8, Papua 8, Sulawesi Tenggara 8, Jawa Timur 7, NTT 6, Sulawesi Selatan 5, Sulawesi Utara 4, Jambi 3, Papua Barat 2, Jawa Barat 1, Kepulauan Bangka Belitung 1 dan Maluku Utara 1.

Sementara itu, kebakaran di kawasan gunung masih terjadi. Sejumlah titik api masih terdeteksi titik api di kawasan hutan Gunung Ciremai, Gunung Sumbing, dan Gunung Batukaru, sedangkan kebakaran di Gunung Arjuno telah berhasil dipadamkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran hutan

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top