Gerindra Undang Megawati ke Rakernas, Demokrat Diminta Tak Main Dua Kaki

Partai Gerindra akan mengundang Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pada acara rapat kerja nasional (Rakernas) yang akan digelar bulan depan di Hambalang, Kabupaten Bogor.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  20:04 WIB
Gerindra Undang Megawati ke Rakernas, Demokrat Diminta Tak Main Dua Kaki
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berpamitan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) usai menggelar pertemuan tertutup di Jakarta, Rabu (24/7/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA--Partai Gerindra akan mengundang Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pada acara rapat kerja nasional (Rakernas) yang akan digelar bulan depan di Hambalang, Kabupaten Bogor.

Perhelatan politik Gerindra tersebut akan digelar pada 21 September mendatang. Hanya saja pihak PDIP belum menerima surat undangan resmi untuk pemimpin tertinggi di partai banteng moncong putih tersebut.

"Nanti setelah kita terima undangan, kita akan sampaikan sikap Bu Mega terhadap undangan itu," kata politisi PDIP Ahmad Basarah di Kompleks Parlemen, Selasa (13/8).

Pernyataan Basarah tersebut menanggapi Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade yang berencana mengundang Ketum PDIP Megawati pada Rakernas Gerindra.

Menurut Andre, rencana rakernas masih digodok apakah akan mengundang pihak luar atau tidak, namun tidak menutup kemungkinan mengundang pihak di luar Gerindra.

Dia mengatakan sebelumnya Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto telah mendapatkan kehormatan diundang pada Kongres V PDI Perjuangan di Bali sehingga hal itu bisa menjadi alasan untuk mengundang Megawati.

Sementara itu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, Emrus Sihombing mengatakan di tengah kedekatan Prabowo dan Megawati, bergabungnya Partai Demokrat bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dinilai langkah yang tepat.

Akan tetapi, dia mengingatkan agar partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu konsisten alias tidak main politik dua kaki.

Emrus mengingatkan bahwa ketika Demokrat sudah menyatakan bergabung dengan koalisi pemerintahan maka mereka harus memiliki sikap konsisten. Jangan sampai setelah bergabung, di tengah jalan masih menyerang pemerintah dengan alasan kritik membangun, ujarnya.

“Itu yang namanya main dua kaki. Kalaupun ketika nanti berkoalisi ada yang kurang maka harusnya disampaikan di rapat kabinet, tidak harus disampaikan di ruang publik dengan alasan kami tetap memberikan pengawasan kepada pemerintahan melalui legislatif,” katanya.

Emrus menegaskan, jika Demokrat masuk koalisi, dia mesti berkomitmen mendukung pemerintah. Jika tidak mau, sebaiknya dari sekarang berpikir untuk menentukan sikap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
megawati, gerindra

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top