DUBES RI UNTUK AUSTRALIA & VANUATU YOHANES KRISTIARTO S. LEGOWO : "Peluang Berinvetasi di Australia Cukup Besar"

Hubungan bilateral Indonesia dan Australia memasuki babak baru dengan ditandatanganinya IA-CEPA pada Maret 2019. Oleh karena itu, ada banyak peluang kerja sama yang bisa dimanfaatkan pebisnis Indonesia di Australia.
1

Sampai Kini Masih Ada Beberapa Hambatan Dagang

2 dari 6 halaman
DUBES RI UNTUK AUSTRALIA & VANUATU YOHANES KRISTIARTO S. LEGOWO :
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne disela Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerja Sama Indo-Pasifik di Jakarta, Rabu (20/3/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bagaimana strategi untuk meningkatkan kerja sama di bidang perekonomian, khususnya untuk perdagangan dan investasi?

Melakukan inclusive engagement dengan semua stakeholders secara proaktif dan konkret melalui intensifikasi kegiatan yang dilandasi semangat economic cooperation yang saling menguntungkan.

Kegiatannya meliputi business forum, focus group discussion, business matching, pameran dagang, dan lain sebagainya di berbagai sektor untuk mendukung perekonomian kedua pihak.

Saat ini terdapat sinyalemen yang positif di kalangan kedua pihak untuk dapat memanfaatkan keuntungan secara optimal dari berbagai skema perjanjian dagang seperti Asean-Australia-New Zealand Free Trade Area [AANZFTA], IA-CEPA yang saat ini dalam proses ratifikasi, dan skema perjanjian dagang Asean-RCEP yang sedang dalam tahap penyelesaian perundingannya.

Dalam konteks yang lebih strategis, pemanfaatan pilar ekonomi dalam kerangka comprehensive strategic partnership [CSP] akan dapat meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Australlia secara lebih signifikan dan berkelanjutan.

Adakah kendala yang masih dihadapi dalam upaya peningkatan kerja sama ekonomi?

Sampai saat ini masih terdapat beberapa hambatan perdagangan yang dihadapi Indonesia termasuk tingginya standar karantina produk impor, khususnya untuk produk makanan, dan minuman di Australia, serta failed products yang dikenakan terhadap produk-produk ekspor Indonesia. Ini karena dianggap melanggar persyaratan standar kandungan suatu produk serta persyaratan labelling dan packaging.

Tag : indonesia-australia
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top