Bank Sentral Thailand Pangkas Suku Bunga Acuan

Bank Sentral Thailand secara tidak terduga memangkas suku bunga acuannya pada Rabu (7/8/2019), untuk pertama kalinya dalam 4 tahun terakhir dalam upaya otoritas untuk mendorong perutumbuhan di tengah peningkatan risiko global.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  17:28 WIB
Bank Sentral Thailand Pangkas Suku Bunga Acuan
Bendera Thailand - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Sentral Thailand secara tidak terduga memangkas suku bunga acuannya pada Rabu (7/8/2019), untuk pertama kalinya dalam 4 tahun terakhir dalam upaya otoritas untuk mendorong perutumbuhan di tengah peningkatan risiko global.

Pernyataan bank sentral mengemukakan bahwa pihak otoritas sepakat untuk memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase menjadi 1,5%. Dalam survei Bloomberg, hanya 2 dari 29 ekonom yang memproyeksikan kemungkinan pemangkasan suku bunga, sedangkan yang lainnya memperkirakan tidak akan ada perubahan.

Bank sentral sebelumnya cukup gigih untuk menunda penurunan suku bunga, dalam tanggapan mereka terhadap kredit konsumer dan risiko pada stabilitas keuangan.

Namun, prospek ekonomi Thailand telah mengalami pelemahan drastis dalam beberapa bulan belakangan di tengah eskalasi perseteruan dagang antara Amerika Serikat dan China yang menciptakan kondisi yang tidak kondusif bagi kurs, industri wisata, dan kegiatan ekspor.

Baht, salah satu mata uang dengan performa terbaik di Asia, mencatatkan kenaikan 8% terhadap dolar AS pada tahun sebelumnya.

"Kegiatan ekspor dan permintaan domestik yang lesu telah mempersulit ekonomi Thailand tahun ini. Kami memperkirakan akan ada pemangkasan suku bunga lanjutan hingga 2020 karena mereka harus terus melonggarkan kebijakan moneter untuk melihat dampak yang efektif," ujar Chief Investment Officer Talis Asset Management Co., Bangkok, Prapas Tonpibulsak, seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (7/8/2019).

Baht diperdagangkan turun 0,1% pada pukul 15:29 di Bangkok. Sementara itu, benchmark indeks SET naik sebesar 0,7%, yang merupakan kenaikan terbesar dalam lebih dari 2 pekan.

Selain Thailand, bank-bank sentral di seluruh Asia telah melonggarkan kebijakan moneternya untuk mendorong pertumbuhan dan mengimbangi The Fed, yang memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pekan lalu.

Selandia Baru dan India juga memangkas suku bunga pada Rabu (7/8/2019), sedangkan Bank Sentral Filipina diperkirakan memangkas suku bunganya pada Kamis (8/8/2019), setelah inflasi mencapai level terendah untuk 2 tahun terakhir pada Juli.

Dalam keputusannya, Bank of Thailand mencatat ekonomi diperkirakan melambat dan inflasi tertahan di bawah target.

"Dampak mata uang pada ekonomi dapat meningkat di tengah ketegangan perdagangan global. Kami akan mengevaluasi apakah langkah-langkah lebih lanjut diperlukan untuk menahan baht," ujar bank sentral.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
thailand

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top