Kebakaran Lahan, 18 Helikopter Gelar 15.858 Kali Pengeboman Air di Riau

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat telah dilakukan sebanyak 15.858 kali pengeboman air di wilayah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  13:22 WIB
Kebakaran Lahan, 18 Helikopter Gelar 15.858 Kali Pengeboman Air di Riau
Ilustrasi pengeboman air memakai helikopter. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat telah dilakukan sebanyak 15.858 kali pengeboman air di wilayah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau.

Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan pengeboman air itu menghabiskan 62,22 juta liter air yang dilakukan menggunakan 18 unit helikopter yang disiagakan di Riau.

Dia menjelaskana helikopter yang disiagakan di Riau berasal dari berbagai pihak, yaitu delapan dari BNPB, delapan bantuan dari swasta, satu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan satu dari TNI.

Selain pengeboman air, BNPB juga sudah mengupayakan teknologi modifikasi cuaca dengan menaburkan garam untuk menciptakan hujan buatan menggunakan dua pesawat, yaitu Casa-212 dan Piper Cheyenne II.

"Titik panas sedang berkurang dari 103 titik pada Sabtu [3/8/2019] pukul 16.00 WIB menjadi 72 titik pada Senin [5/8/2019] pukul 08.00 WIB," jelasnya seperti dikutip Antara, Rabu (7/8/2019).

Total luas lahan terbakar di Riau mencapai 27.683,47 hektare. Pemadaman kebakaran hutan dan lahan melibatkan berbagai pihak; yaitu TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, kementerian/lembaga, dan swasta; dengan total personel 1.262 orang.

Selain upaya pemadaman, dia menambahkan dilakukan pula upaya penegakan hukum terhadap pembakar hutan dan lahan di Riau. Agus mengatakan terdapat 18 kasus dengan 16 orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran hutan, Karhutla

Sumber : Antara

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top