Dianggap Rasis, Trump Diinterupsi Saat Pidato

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat kecaman atas serangan verbal yang ditujukan kepada anggota parlemen dari ras minoritas.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  14:12 WIB
Dianggap Rasis, Trump Diinterupsi Saat Pidato
Presiden AS Donald Trump berjalan ke Air Force One ketika ia meninggalkan Washington untuk melakukan perjalanan ke KTT G20 di Osaka, Jepang dari Pangkalan Bersama Andrews, Maryland, AS, 26 Juni 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat kecaman atas serangan verbal yang ditujukan kepada anggota parlemen dari ras minoritas.

Dalam peringatan 400 tahun majelis legislatif pertama di Virginia, melalui pidatonya Trump mengutuk perbudakan di Amerika dan sempat disela interupsi oleh seorang pemrotes yang merupakan pejabat legislatif negara.

Dilansir melalui Reuters, sambutan Trump di Jamestown, Virgina, disela untuk beberapa saat oleh anggota Partai Demokrat Ibraheem Samirah, yang menyerukan protes dan mengangkat slogan bertuliskan: "Kembali ke tempat asalmu. Deportasi rasa benci. Satukan kembali keluarga saya dan semua yang hancur oleh diskriminasi sistemik."

Samirah, seorang dokter gigi berkebangsaan Palestina-Amerika, kemudian mengatakan dalam sebuah posting Twitter bahwa dia menyela pidato Trump di Jamestown karena sikap rasisme dan kefanatikan siapa pun tidak bisa dibiarkan.

"Pria itu tidak layak untuk menjabat dan tidak layak untuk mengambil bagian dalam perayaan demokrasi, gambaran sejarah imigran bangsa kita," kata Samirah, seperti dikutip melalui Reuters, Rabu (31/7/2019).

Dalam sambutannya, Trump menghormati orang-orang pertama yang membentuk pemerintahan yang pada akhirnya menjadi Amerika Serikat, dia juga mengakui adanya impor budak pada 1619 di wilayah yang sama.

"Itu adalah awal perdagangan biadab kehidupan manusia. Hari ini untuk menghormati, kita mengingat setiap jiwa suci yang menderita kengerian perbudakan dan penderitaan perbudakan," kata Trump.

Komentar Trump, di mana ia juga menghargai kontribusi Afrika-Amerika untuk sejarah AS dan mengutip pemimpin hak-hak sipil Martin Luther King Junior.

Pidato ini disampaikan hanya 2 pekan setelah dia memberikan pernyataan negatif terhadap empat perempuan anggota Partai Demokrat yang juga merupakan people of color di DPR AS serta anggota parlemen berkebangsaan Afrika-Amerika, Elijah Cummings, yang semuanya adalah kritikus tajam terhadap presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top