Polisi Tahan Lebih dari 1.000 Orang dalam Unjuk Rasa Moskow

Para pengunjuk rasa menuntut diizinkannya kandidat oposisi ikut serta dalam Pemilu lokal pada September 2019.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 28 Juli 2019  |  06:50 WIB
Polisi Tahan Lebih dari 1.000 Orang dalam Unjuk Rasa Moskow
Pengunjuk rasa ikut serta dalam reli menuntut diizinkannya kandidat oposisi untuk ikut serta dalam Pemilu lokal di Moskow, Rusia, Sabtu (27/7/2019). - Reuters/Maxim Shemetov

Bisnis.com, JAKARTA -- Polisi Rusia menahan lebih dari 1.000 orang setelah terjadi unjuk rasa besar di Moskow, Sabtu (27/7/2019).
 
Dilansir dari Reuters, Minggu (28/7), polisi mengklaim unjuk rasa itu ilegal dan berupaya memblokade para peserta. Namun, para pemrotes tetap muncul dalam unjuk rasa yang diperkirakan menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir itu.
 
OVD-Info, kelompok pengawas independen, menyebutkan polisi menahan setidaknya 1.067 orang sebelum dan saat protes berlangsung. Banyak di antaranya yang hanya ditahan selama beberapa jam.
 
Polisi menyebutkan lebih dari 3.500 orang mengikuti unjuk rasa itu, di mana sekitar 700 di antaranya adalah wartawan dan blogger.
 
Para pengunjuk rasa meminta anggota oposisi untuk diizinkan mengikuti Pemilu lokal, yang bakal digelar pada September 2019. Seruan agar Presiden Rusia Vladimir Putin pun menggema di pusat kota Moskow. 
 
Pemimpin oposisi Alexei Navalny, yang berada di penjara, meminta para pengunjuk rasa untuk membujuk para pejabat agar membiarkan anggota oposisi mengikuti Pilkada. Adapun otoritas mengklaim kandidat dari oposisi tak boleh mengikuti Pilkada karena gagal memenuhi syarat dukungan tanda tangan.
 
Di sisi lain, meskipun dukungan terhadap Putin masih di atas 60 persen, tapi angkanya lebih rendah dibandingkan beberapa tahun lalu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rusia

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top