Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi sejumlah pejabat terkait melihat peta kawasan salah satu lokasi calon ibu kota negara saat peninjauan di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/5/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Premium

Pemindahan Ibu Kota, Pencarian 'The Big Durian' Baru?

26 Juli 2019 | 09:07 WIB
Rencana pemindahan ibu kota makin dimatangkan. Jakarta dinilai tak lagi layak menyandang status tersebut.

Bisnis.com, JAKARTA -- Mungkin ketika Pemerintah Hindia Belanda menjadikan Batavia sebagai pusat pemerintahan mereka saat Jakarta ditetapkan sebagai ibu kota Indonesia setelah Kemerdekaan, tak ada yang membayangkan kota itu akan menjadi seperti sekarang.

Jakarta tak hanya menjadi ibu kota tempat pusat pemerintahan berada, tapi juga semacam Tanah Harapan bagi orang-orang di daerah yang ingin mencari penghidupan lebih layak.

Namun, sama seperti julukannya di kalangan para ekspatriat, yaitu The Big Durian, makin besar perkembangan kota Jakarta maka makin tercium pula "bau"nya. Mulai dari kemacetan akibat masih terbatasnya transportasi publik yang aman dan nyaman, ketersediaan air tanah yang makin berkurang karena terus menerus diserap gedung-gedung tinggi dan pemukiman, hingga berbagai masalah sosial yang bermuara dari kesenjangan ekonomi.

Berbagai kondisi itulah yang membuat DKI Jakarta dianggap tak lagi layak menjadi ibu kota. Menurut kajian Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas), setidaknya ada enam alasan mengapa ibu kota harus dipindahkan dari DKI Jakarta dan bahkan Pulau Jawa.

Warga berjalan melintasi banjir di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (5/2/2018). Banjir yang mencapai 2 meter dan merendam ratusan rumah warga tersebut akibat luapan air dari Sungai Ciliwung./ANTARA FOTO-Galih Pradipta

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top