Gempa 6,6 SR Guncang Australia Barat, Ini Dampak Getaran di Indonesia

Hari Minggu, 14 Juli 2019, pukul 12.39.24 WIB, menurut informasi BMKG wilayah laut di sebelah utara Australia Barat diguncang gempabumi tektonik.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 14 Juli 2019  |  15:34 WIB
Gempa 6,6 SR Guncang Australia Barat, Ini Dampak Getaran di Indonesia
Grafik hasil pencatatan seismometer/seismograf, alat pencatat besaran gempa bumi. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Hari Minggu, 14 Juli 2019, pukul 12.39.24 WIB, menurut informasi BMKG wilayah laut di sebelah utara Australia Barat diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=6,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 18,24 LS dan 120,3 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 878 km arah selatan Kabupaten Rote Ndao, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 10 km.

Dalam akun instagram resminya BMKG nenyatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di Utara Port Hedland, Australia Barat.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah laut di Australia Barat ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar (strike-slip fault).

Gempa barat laut australia ini tercatat dengan baik pada sensor seismik BMKG seperti: PLAI (Plampang) pukul 12:41:42 WIB, WBSI (Waikabubak) pukul 12:41:26 WIB , WSI (Waingapu) pukul 12:41:27 WIB , KLNI (Lombok) 12:41:52, BATI (Kupang) pukul 12:41:30 WIB.

"Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Waingapu, Sumbawa, Bima dalam skala intensitas III MMI dan Mataram II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," demikian pernyataan BMKG.

Hingga pukul 13.04 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat BMKG juga mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan. Mohon cermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempabumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempabumi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top