900 Juta Hektare Lahan di Dunia Cocok Untuk Restorasi Hutan

Hasilnya, menunjukkan bahwa terdapat 900 juta hektare lahan di seluruh dunia akan cocok untuk kegiatan reboisasi, yang pada akhirnya dapat mengnangkap dua per tiga dari emisi karbon buatan manusia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  13:20 WIB
900 Juta Hektare Lahan di Dunia Cocok Untuk Restorasi Hutan
Hutan hujan tropis. - Bloomberg/Dado Galdieri

Bisnis.com, JAKARTA – Institut Teknologi Konfederasi Zurich atau Eidgenossische Technische Hochshule Zurich (ETH Zurich) telah menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan metode paling efektif untuk memerangi perubahan iklim.

Lab Cworther dari ETH Zurich menyelidiki solusi berbasis alam untuk perubahan iklim. Dalam studi terbarunya, para peneliti menunjukkan untuk pertama kalinya di mana saja tempat yang memungkinkan pohon baru tumbuh dan berapa banyak karbon yang akan disimpan.

Hasilnya, menunjukkan bahwa terdapat 900 juta hektare lahan di seluruh dunia akan cocok untuk kegiatan reboisasi, yang pada akhirnya dapat mengnangkap dua per tiga dari emisi karbon buatan manusia.

“Satu aspek yang sangat penting bagi kami ketika melakukan perhitungan adalah kami mengeliminasi area kota dan pertanian dari total potensi restorasi karena bagaimana pun area tersebut diperlukan untuk kehidaupan manusia,” kata Jean Francois Bastin, kepala studi di Lab Crowther seperti dikutip Science Daily, Selasa (9/7/2019).

Para peneliti juga menghitung bahwa di bawah kondisi iklim saat ini, tanah bumi dapat mendukung 4,4 miliar hektare tutupan pohon berkelanjutan, dari total 2,8 miliar hektare yang ada saat ini. Artinya ada sekitar 1,6 miliar hektare yang bisa dimanfaatkan.

Dari jumlah tersebut, peneliti menemukan 0,9 miliar hektare lahan diantaranya telah memenuhi kriteria lahan reboisasi dan belum digunakan oleh manusia. Ini berarti bahwa saat ini terdapat area seluas Amerika Serikat yang tersedia untuk restorasi pohon.  

Setelah mapan, hutan-hutan baru itu dapat menyimpan 205 miliar ton karbon atau seitar dua per tiga dari 300 miliar ton karbon yang telah dilepaskan ke atmosfer sebagai akibat aktivitas manusia sejak revolusi industri.

Thomas Crowther, pendiri Crowther Lab di ETH Zurich mengatakan bahwa sudah merupakan pendapat umum bahwa pemulihan hutan dapat berperan dalam mengatasi perubahan iklim. Akan tetapi, lanjutnya, kita tidak benar-benar tahu seberapa besar dampak yang ditimbulkannya.

Oleh sebab itu, pihaknya melakukan penelitian mengenai dampak yang ditunjukkan dari restorasi dan reboisasi pohon. Hasilnya sangat jelas bahwa hal tersebut merupakan solusi perubahan iklim terbaik yang tersedia saat ini.

“Tapi kita harus bertindak cepat, karena hutan baru membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menjadi dewasa dan mencapai potensi penuh sebagai sumber penympanan karbon alami,” katanya.

Studi ini juga menunjukkan bagian dunia mana yang paling cocok untuk restorasi hutan di dunia. Potensi terbesar dapat di temukan di enam negara.

Negara-negara tersebut adalah Rusia (151 juta hektare), Amerika Serikat (103 juta hektare), Kanada (78,4 juta hektare), Australia (58 juta hektare), Brazil (49,7 juta hektare), dan China (40,2 juta hektare).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perubahan iklim

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top