Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akankah Trump Pecat Gubernur Bank Sentral Jerome Powell?

Presiden Donald Trump menuduh Gubernur The Fed Jerome Powell berkinerja buruk, namun setiap langkah untuk memecatnya akan menyulut pertikaian hukum dengan dampak besar di pasar keuangan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  07:11 WIB
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell berbicara di
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell berbicara di "Seri C. Peter McColough tentang Ekonomi Internasional: Percakapan dengan Jerome H. Powell" di Dewan Hubungan Luar Negeri di New York, AS, 25 Juni 2019 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Donald Trump menuduh Gubernur The Fed Jerome Powell berkinerja buruk, namun setiap langkah untuk memecatnya akan menyulut pertikaian hukum dengan dampak besar di pasar keuangan.

Kecaman baru Trump terhadap Powell muncul karena dia tidak menurunkan suku bunga untuk membantu Amerika Serikat bersaing dengan China.

Serangan yang disampaikannya dalam wawancara di Fox Business Network itu adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan yang dimulai beberapa bulan setelah Trump mengangkatnya sebagai gubernur bank sentral pada awal 2018.

“Saya punya hak untuk memecatnya,” kata," kata Trump dalam wawancara tadi malam.

Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat ia berangkat untuk melakukan perjalanan ke KTT G20 di Osaka, Jepang di Gedung Putih di Washington, AS, 26 Juni 2019/Reuters

Dia menambahkan bahwa dia disarankan untuk tidak pernah melakukannya.

Undang-undang Federal Reserve mengatakan seorang presiden hanya dapat memecat gubernur bank sentral untuk alasan khusus. Secara historis pengadilan tidak menafsirkan bahwa gubenur bank sentral bisa dipecat karena perbedaan kebijakan.

"Saya pikir undang-undang itu jelas bahwa saya memiliki masa jabatan empat tahun, dan saya sepenuhnya bermaksud untuk melayaninya," kata Powell setelah pertemuan penetapan kebijakan Fed seperti dikutip Reuters, Kamis (27/6/2019).

Kalau Gedung Putih menggeser Powell dari jabatan di Dewan Gubernur The Fed, kata para pakar hukum, maka Powell akan memiliki alasan kuat untuk menentang Trump di pengadilan.

"Dia pasti akan membela haknya," kata Robert Hockett, seorang profesor hukum di Cornell Law School yang penelitiannya mencakup hukum moneter dan ekonomi. 

"Akan ada tekanan pada dia untuk membela dirinya sendiri, bukan karena dia sendiri sebagai pejabat penting tetapi karena independensi Federal Reserve akan dipertanyakan," kata Jeff Hauser, Direktur Eksekutif Revolving Door Project di Washington.

The Fed saat dipimpin Janet Yellen mulai perlahan-lahan menaikkan suku bunga pada 2015 karena pengangguran turun ke level terendah dalam beberapa dekade.

Tetapi bank sentral menghentikan  kenaikan suku bunganya tahun ini karena kekhawatiran terjadi perlambatan ekonomi global dan konflik perdagangan yang membebani ekonomi AS. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat the fed Donald Trump
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top