Lubuklinggau & Padang Menimba Ilmu Pariwisata ke Bandung

Pemkot) Lubuklinggau Sumatera Selatan dan Pemkot Padang Sumatera Barat menimba ilmu terkait penyelenggaraan pariwisata di Kota Bandung.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  17:45 WIB

Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau Sumatera Selatan dan Pemkot Padang Sumatera Barat menimba ilmu terkait penyelenggaraan pariwisata di Kota Bandung.

Kedua pemerintah daerah dari Pulau Sumatera tersebut menilai pariwisata di Kota Bandung bisa dioptimalkan sehingga menjadi aset daerah.

"Kami ingin bisa bertukar informasi dan saling belajar tentang bagaimana tata kelola bidang pariwisata dari Kota Bandung," ujar Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe saat bertemu Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Balai Kota Jalan Wastukancana, Kamis (27/6).

Prana mengungkapkan, Kota Lubuklinggau sedang giat mengembangkan industri pariwisata. Melihat potensi wisata dan tata kelola di Kota Bandung, Prana optimis bisa menghasilkan output positif dalam upaya pengembangan industri pariwisata di Lubuklinggau.

Kunjungan Wali Kota Lubuklinggau ini juga berbarengan dengan kunjungan dari Pemerintah Kota Padang, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Arifin beserta jajarannya.

Senada dengan Wali Kota Lubuklinggau Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Arifin pun mengapresiasi upaya pembangunan sektor industri pariwisata di Kota Bandung.

"Kami sedang membangun pusat kreatif pemuda di kewilayahan. Sehingga tukar gagasan ini nantinya akan menginspirasi kami dalam mencapai target tersebut," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menuturkan saat ini Kota Bandung sedang meningkatkan kualitas pariwisatanya.

"Pariwisata dinilai sebagai sumber pendapatan yang diandalkan. Ditambah peranannya yang begitu strategis dalam memperluas kesempatan bekerja dan berusaha, serta menumbuhkan ekonomi kreatif," ujar Yana.

Melihat potensi yang besar dari sektor pariwisata, Yana menyebutkan peningkatan kualitas layanan di sektor ini harus ditingkatkan dari yang sudah baik menjadi semakin baik.

Yana juga berharap ke depannya masyarakat dapat terlibat aktif dalam upaya peningkatan kualitas industri pariwisata di Kota Bandung.

"Partisipasi dengan menciptakan suasana kota yang kondusif, bersih dan indah agar menghadirkan rasa nyaman bagi wisatawan yang singgah di Bandung," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung Dewi Kaniasari memaparkan, Kota Bandung saat ini sedang mengembangkan jenis wisata baru yakni wisata kampung dan wisata halal.

"Wisata kampung itu letaknya di Kelurahan Braga. Dengan wisata kampung ini, kami berupaya menonjolkan unsur masyarakat dalam pengembangan sektor Pariwisata," ujar Kenny, sapaan akrabnya.

Selain wisata kampung, Pemkot Bandung juta sedang menyiapkan wisata halal yang nantinya akan berlokasi di area Gelap Nyawang, berdekatan dengan Kampus ITB.

"Rencananya prototype ini bisa diluncurkan pada bulan November," tutur Kenny.

Kota Bandung banyak dikenal sebagai destinasi wisata favorit baik turis domestik maupun internasional.

Menurut data yang dihimpun oleh Disbudpar Kota Bandung, pada tahun 2018 sebanyak 7,2 juta wisatawan domestik mengunjungi Kota Bandung. Jumlah tersebut ditambah dengan 351.000 wisatawan asing yang singgah di Kota Bandung.

Selain itu, untuk mendongkrak ekonomi kreatif Pemkot Bandung juga sedang membuat co-working space di tiap kewilayahan.

"Targetnya, pada tahun 2023 ada 30 co-working space yang rampung," ujarnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, bandung

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup