Imam Masjid Swedia : RI Bisa Promosikan Islam yang Damai

Pertemuan juga dilakukan untuk membahas perkembangan muslim dan hubungan antaragama di Swedia.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  11:38 WIB
Imam Masjid Swedia : RI Bisa Promosikan Islam yang Damai
Ilustrasi - Salah satu masjid di sudut kota Stockholm, Swedia. - Bisnis/wikipedia

Bisnis.com,JAKARTA - Ketua PBNU Marsudi Syuhud menggelar pertemuan dan diskusi dengan Imam Masjid St. Eriksplan, Stockholm Ustadz Muhammad Muslim. Pertemuan juga dilakukan untuk membahas perkembangan muslim dan hubungan antaragama di Swedia.

Pada kesempatan tersebut, Marsudi mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia, dan PBNU berpandangan bahwa Islam adalah damai.

“Hubungan antaragama juga dapat ditingkatkan baik di Indonesia, maupun di dunia,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (21/6/2019).

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa PBNU merupakan salah satu organisasi Islam terbesar dan tertua di Indonesia, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Sementara itu, Ustadz Muslim menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia dapat memimpin dalam mempromosikan Islam yang damai dalam hubungan antaragama.

Dia juga menyatakan bahwa Swedia sangat terbuka dengan kehadiran Islam, dan bahkan dirinya telah beberapa kali bertemu dan berdialog mengenai hubungan antaragama dengan Church of Sweden (Gereja Swedia).

Dubes RI untuk Swedia yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa kunjungan dan pertemuan tersebut sangat penting, khususnya untuk mengetahui perkembangan Islam dan umat Muslim di Swedia, serta hubungannya dengan agama lain di Swedia.

“Kami berharap agar dialog dan keterbukaan antaragama bisa lebih mewarnai kemajemukan dan beriringan dalam damai,” ucapnya.

Pada akhir pertemuan, Marsudi juga menawarkan beasiswa bagi WN Swedia untuk belajar Islam di PBNU di Indonesia. Melalui program tersebut, diharapkan warga negara asing juga bisa belajar budaya dan keindahan Islam Nusantara di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
swedia, islam, nahdlatul ulama

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup