Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi media sosial. - Reuters/Beawiharta
Lihat Foto
Premium

Pangkas Akses Internet dan Medsos demi Tebang Hoaks

Demi mencegah peredaran hoaks dan berita palsu serta menjaga situasi yang kondusif selama berlangsungnya sidang gugatan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, pemerintah memunculkan kemungkinan kembali membatasi akses internet dan media sosial (medsos).
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com
14 Juni 2019 | 15:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan penggunaan internet dan media sosial terbesar di dunia bukanlah hal yang baru.

Oleh karena itu, pembatasan akses internet dan media sosial (medsos) dapat menuai reaksi yang keras. Seperti halnya yang terjadi setelah pascaaksi 21-22 Mei 2019.

Pemerintah sempat membatasi akses pengguna internet di Indonesia ke beberapa medsos dan aplikasi layanan pesan singkat setelah aksi massa pada 21-22 Mei berlanjut anarkis. Pembatasan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran berita hoaks dan berita palsu (false news) yang disebut masif terjadi saat aksi tersebut berlangsung.

Akibat pembatasan itu, pengguna internet di Indonesia sempat kesulitan mengakses Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Pengiriman gambar melalui layanan-layanan tersebut juga sulit dilakukan.

Dua orang membuka laman Google dan aplikasi Facebook melalui gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019)./ANTARA FOTO-Akbar Nugroho Gumay

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top