Banjir Sulawesi : BNPB Kirim Tim Rekasi Cepat, Bantuan Mulai Didistribusikan

BNPB telah mengaktifkan bantuan dana siap pakai untuk memperkuat pemerintah daerah.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 10 Juni 2019  |  18:35 WIB
Banjir Sulawesi : BNPB Kirim Tim Rekasi Cepat, Bantuan Mulai Didistribusikan
Dua warga menerobos banjir dengan mengunakan perahu milik Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara saat banjir bandang yang terjadi di permukiman di Kelurahan Wanggu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/6/2019). - ANTARA/Jojon

Kabar24.com, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan tim reaksi cepat untuk penanganan bencana yang meluas di Sulawesi.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB menuturkan pihaknya juga telah mengaktifkan bantuan dana siap pakai untuk memperkuat pemerintah daerah.

"BNPB mengimbau BPBD untuk selalu siaga dalam menghadapi fenomena cuaca," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/6/2019). 

Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di Sulawesi. Tercatat puluhan ribu warga terdampak seiring banjir yang belum surut hingga hari ini. Kabupaten terdampak banjir terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. 

Dalam laporan yang diterima BNPB hingga9 Juni 2019, banjir di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara mengakibatkan 1.091 kepala keluarga atau 4.198 jiwa mengungsi. Enam kecamatan terimbas banjir adalah Andowia, Asera, Oheo, Landawe, Langgikima, dan Wiwirano.

Dari wilayah terdampak ini Kecamatan Asera merupakan kecamatan dengan jumlah desa terdampak benjaca paling tinggi yaitu 13 desa. 

"Banjir ini juga mengakibatkan 72 rumah hanyut dan ribuan lain terendam. BPBD setempat melaporkan jembatan penghubung Desa Laronanga ke Desa Puwonua hanyut, jembatan lain di Desa Padalerutama tidak dapat dilalui karena terendam banjir, jembatan putus yang menghubungkan Desa Tanggulari ke Desa Tapuwatu dan jembatan antar provinsi di Asera," katanya.

Bupati Konawe Utara sendiri telah menetapkan status tanggap darurat terhitung 2 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019. Upaya penanganan darurat yang telah dilakukan antara lain pengoperasian pos komando penanganan darurat banjir yang berada di rumah dinas bupati lainnya berupa evakuasi dan penyelamatan, penanganan warga terdampak, pendataan serta pengaktifan jaringan komunikasi untuk penanganan darurat. 

Sementara itu, di Kabupaten Konawe, Bupati setempat telah menetapkan status tanggap darurat terhitung 5 Juni hingga 11 Juni 2019. 

"BPBD [Kabupaten Konawe] melaporkan 1 orang meninggal, yaitu bayi berusia 4 hari, pada kejadian ini. Namun demikian, BNPB masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut penyebab kematian bayi tersebut," kata Sutopo.

Sementara itu, Kepala BNPB, Doni Monardo, meminta seluruh elemen dalam penanggulangan bencana untuk secara aktif menyapu seluruh wilayah yang terdampak bencana.

"Meski dalam suasana lebaran kita [harus] langsung turun ke lapangan membantu masyarakat yang terkena bencana. Kita semua paham bagaimana menderitanya mereka, disaat saudara kita bersuka cita merayakan lebaran. Tapi ada sebagian yang menderita karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia, luka-luka, rumahnya hanut, rusak berat dan lainnya. Kita dengan semangat gotong royong dan kemanusiaan turun ke lapangan membantu mereka," kata Doni.

Untuk mempercepat pengiriman bantuan logistik BNPB telah mengerahkan pesawat kargo ke Kendari. Pesawat ini mengangkut bantuan sebanyak 1.086 kg senilai Rp 218 juta. BNPB juga mengaktivasi klaster logistik yang telah menampung bantuan dari Kemensos dan PMI. Kedua lembaga ini telah menyalurkan bantuan berupa family fit 200 kg, hygiene kit 200 kg, baby kit 200 kg, selimut 400 lembar, jas hujan 100 lembar, rompi 100 unit, dan matras 100 lembar.

"Untuk distribusi ke titik pengungsi dilakukan dengan bantuan helikopter BNPB," kata Doni.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir, sulawesi

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup