Importir China Siap Ajukan Keringanan Tarif Impor Barang Asal AS

Importir China bersiap-siap mengajukan keringanan tarif impor yang dikenakan untuk lebih dari 700 produk Amerika Serikat, akibat perang dagang antarkedua negara.
Annisa Sulistyo Rini | 05 Juni 2019 16:14 WIB
Perang dagang AS China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Importir China bersiap-siap mengajukan keringanan tarif impor yang dikenakan untuk lebih dari 700 produk Amerika Serikat, akibat perang dagang antarkedua negara.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan China menyatakan akan mulai menerima pengajuan. Dilansir dari Reuters, Rabu (5/6/2019), berdasarkan situs resmi kementerian, ada beberapa daftar barang yang bisa diringankan tarif impornya, antara lain daging sapi dan babi, kedelai, batu bara dan scrap tembaga.

Dispensasi tersebut berlaku untuk tarif yang dikenakan pada Juli tahun lalu terhadap produk-produk AS senilai US$50 miliar sebagai balasan kebijakan serupa yang diterapkan Pemerintah AS kepada barang asal China. Pemerintah Negeri Tirai Bambu telah menerapkan tarif tambahan pada ribuan barang AS seiring dengan ekskalasi perang dagang.

"Kami sedang menyiapkan aplikasi, segera akan kami ajukan," kata seorang manajer importir daging Beijing Hopewise Shi Lei. "Ini berita baik untuk kami."

Pemerintah China pada bulan lalu menyatakan akan memulai program keringanan tarif karena kekhawatiran kenaikan biaya impor akibat perang dagang semakin memperlambat laju pertumbuhan ekonomi.

Barang-barang lain yang bisa memanfaatkan kebijakan tersebut yaitu traktor, sepeda motor, sepeda gunung, dan beberapa peralatan medis.

Importir harus mengajukan aplikasi pada periode 3 Juni hingga 5 Juli 2019 untuk mendapatkan keringanan tarif impor. Gelombang kedua akan diberikan untuk tarif yang dikenakan pada barang AS senilai U$60 miliar pada September tahun lalu.

Kementerian menyebutkan pengajuan aplikasi gelombang kedua akan dibuka pada 2 September mendatang.

Pihak yang mengajukan keringanan tarif diharuskan sebagai bagian dari kegiatan impor di China, yang meliputi importir, konsumen, dan asosiasi industri. Kementerian menambahkan bahwa beberapa keringanan dapat berlaku surut.

Asosiasi industri didorong untuk mewakili anggota mereka dalam membuat aplikasi. Pihak yang mengajukan keringanan tarif juga harus menjelaskan jika pengenaan tarif berdampak serius terhadap bisnis perusahaan dan industri secara keseluruhan. Mereka juga perlu menjelaskan apabila terdapat alternatif impor selain dari AS.

Namun, kementerian tidak menyebutkan kapan keringanan tarif akan diberikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Maria Yuliana Benyamin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top