Persaingan Kian Berat, Samsung Bakal Pangkas Produksi Smartphone di China

Raksasa elektronik asal Korea Selatan Samsung Electronics Co Ltd berencana memangkas produksi smartphone di China seiring dengan persaingan yang semakin berat melawan perusahaan lokal. Pangsa pasar telepon pintar Samsung di negara tersebut saat ini kurang dari 1%.
Annisa Sulistyo Rini | 05 Juni 2019 14:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Raksasa elektronik asal Korea Selatan Samsung Electronics Co Ltd berencana memangkas produksi smartphone di China seiring dengan persaingan yang semakin berat melawan perusahaan lokal. Pangsa pasar telepon pintar Samsung di negara tersebut saat ini kurang dari 1%.

Dilansir dari Reuters, Rabu (5/6/2019), pemangkasan produksi pabrik yang berlokasi di bagian selatan Kota Huizhou hanya berselang 6 bulan setelah perusahaan tersebut menyatakan akan menutup pabrik handset di bagian timur laut Tianjin dalam rangka meningkatkan efisiensi.

Samsung yang saat ini dinobatkan sebagai salah satu produsen smartphone besar dunia, telah mengalami penurunan pangsa pasar di China. Menurut data Strategy Analytics, pada 2013 pangsa pasar telepon pintar Samsung mencapai sekitar 20%.

Tahun-tahun berikutnya muncul sentimen anti Korea Selatan di China menyusul perselisihan diplomatik kedua negara dan ditambah dengan pergeseran ke produk lokal seperti Huawei.

Laporan dari Counterpoint Research menunjukkan walaupun pangsa pasar terus menurun, sepanjang 3 bulan pertama 2019 volume penjualan telepon pintar Samsung di China naik 40% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal ini didorong oleh upaya pemasaran yang kuat pada segmen premium dan kelas mass-market yang lebih murah.

Pernyataan yang dirilis Samsung untuk merespon berita pemangkasan volume produksi yang disiarkan majalah keuangan Caixin, mengatakan perusahaan telah menawari pengunduran diri sukarela beberapa karyawan yang bekerja di pabrik Huizhou.

Namun, pihak Samsung menolak menyebutkan secara detail informasi mengenai berapa kapasitas pabrik, jumlah karyawan, dan pemangkasan produksi ketika dihubungi Reuters.

Seorang juru bicara Samsung di China mengatakan akan ada beberapa penyesuaian volume produksi dan jumlah tenaga kerja yang disebabkan oleh kondisi pasar. Kendati demikian, dia juga menolak memberikan informasi lebih lanjut.

Adapun, harga saham Samsung dilaporkan naik 1,0% pada perdagangan siang hari ini di Seoul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
samsung

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top