Bursa Asia Menguat Terbatas

Saham di Asia bergerak lebih tinggi pada perdagangan Selasa (4/6/2019), meski saat sesi Wall Street cukup bergejolak. Namun, kekhawatiran yang lebih dalam tentang pertumbuhan telah membatasi peningkatan saham di Asia.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  10:14 WIB
Bursa Asia Menguat Terbatas
BUrsa Asia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Saham di Asia bergerak lebih tinggi pada perdagangan Selasa (4/6/2019), meski saat sesi Wall Street cukup bergejolak. Namun, kekhawatiran yang lebih dalam tentang pertumbuhan telah membatasi peningkatan saham di Asia.

Sebagian besar pasar ekuitas di kawasan Asia mengabaikan pelemahan Wall Street pada perdagangan semalam, yang membawa Nasdaq ke wilayah koreksi.

Pada awal perdagangan Selasa (4/6/2019), indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,17%.

Mengutip riset ANZ, fokus investor saat ini telah bergeser ke kebijakan moneter beberapa negara pada pekan ini, seperti bank sentral Australia yang akan memangkas suku bunga ke level terendah dan bank sentral India yang diprediksi cenderung dovish pada pertemuan bulanan, Kamis (6/6/2019).

"Tetapi sentimen tetap suram dan pelemahan di seluruh papan dalam indeks manajer pembelian, yang diterbitkan Senin (3/6/2019), membantu menambahkan kegelisahan pasar seputar prospek pertumbuhan global," tulis ANZ dalan risetnya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/6/2019).

Tercatat, saham Australia naik 0,24% menjelang penurunan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia, karena bank berharap untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonominya.

Walaupun demikian, Nikkei Jepang tetap bergerak melemah, terdepresiasi 0,29%.

Pada penutuoan perdagangan Senin (3/6/2019), Nasdaq turun 1,61% menjadi 7.333,02, bergerak lebih dari 10% lebih rendah dari catatan penutupan perdagangan 3 Mei lalu , karena kekhawatiran bahwa regulator antimonopoli AS dapat menargetkan Alphabet, Facebook, dan Amazon.com sehingga menyeret saham di perusahaan-perusahaan tersebut.

Dow Jones Industrial Average bergerak naik 0,02% menjadi 24.819,78 dan S&P 500 kehilangan 0,28% menjadi 2.744,45.

Keuntungan hati-hati dalam ekuitas pada perdagangan Selasa (4/6/2019) disertai dengan kenaikan hasil pada benchmark safe-haven 10-tahun Treasuri AS yang telah merosot ke 2,0607%, level terendah sejak September 2017, pada perdagangan sebelumnya.

Pada pembukaan perdagangan pagi ini di Asia, Tresuri AS dengan jangka 10-tahun menghasilkan 2,0934%, naik dari penutupan sebelumnya 2,081%.

Sementara itu, imbal hasil 2 tahun Tresuri AS berubah lebih tinggi, naik menjadi 1,8597% pada perdagangan hari ini dibandingkan dengan penutupan perdagangan AS sebesar 1,84%.

Adapun, penurunan imbal hasil tresuri AS terjadi setelah Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan, penurunan suku bunga mungkin akan segera dilakukan mengingat meningkatnya risiko terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditimbulkan oleh ketegangan perdagangan global serta inflasi AS yang lemah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top