Ini 6 Strategi Penanganan Arus Balik Lebaran 2019

Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  18:51 WIB
Ini 6 Strategi Penanganan Arus Balik Lebaran 2019
Sejumlah kendaraan pemudik melintasi jalan tol Boyolali-Solo di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (29/5/2019). Memasuki H-7 Lebaran 2019, volume arus mudik melalui jalan tol Trans Jawa dari arah Jakarta ke Jawa Timur mulai mengalami peningkatan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk meningkatkan pelayanan kepada pemudik pengguna jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Evaluasi Arus Mudik dan Persiapan Pelaksanaan Arus Balik Lalu Lintas Lebaran 2019.

Rakor yang dihadiri oleh berbagai instansi terkait ini merupakan inisasi dari Kepala Korlantas Polri Refdi Andri yang bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi pengaturan lalu lintas mudik Lebaran 2019.

“Setelah periode arus mudik yang telah kita lalui khususnya selama lima hari terakhir, ada masukan dan sumbang saran agar pada saat pelayanan arus balik masyarakat dari kampung halaman segala sesuatunya dapat kita persiapkan dengan baik, sama dengan arus mudik kemarin,” tuturnya dalam siaran resmi yang diterima Bisnis, Selasa (4/6/2019).

Turut hadir dalam Rakor tersebut Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, Kusharyanto dari Mabes Polri, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur, Vice President PT Lintas Marga Sedaya Firdaus Azis serta R. Widie Wahyu GP dari Asosiasi Pengusaha Rest Area Indonesia.

Rakor tersebut menghasilkan enam poin penting. Pertama rambu-rambu di akses masuk rest area harus sudah terpasang sebelum pelaksanaan one way arus balik pada 7 Juni 2019. Kedua penambahan mobile toilet termasuk kanopi pelindung untuk antrean toilet harus dipenuhi sebelum 7 Juni.

Ketiga, untuk mengantisipasi mobil mogok di jalan tol, diminta kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk menambah mobil Layanan Jalan Tol (mobil patroli) dan menempatkan mobil derek serta menempatkan bengkel Agen Pemegang Merk (APM) di rest area tipe A sebelum 7 Juni 2019.

Keempat menempatkan informasi call center bantuan emergency yang dapat dihubungi setiap saat, yang ditempatkan di bawah rambu dan tempat strategis. Kelima gerbang Tol (GT) Palimanan merupakan gerbang tol pembayaran cluster 2 dan tapping cluster 1, sehingga perlu adanya penambahan mobile reader dari 28 unit menjadi 38 unit dan EDC dari 2 menjadi 12 di GT Palimanan.

Keenam waktu pelaksanaan one way 7 Juni-10 Juni 2019 dimulai pukul 12.00 WIB-24.00 WIB dari KM 414 GT Kalikangkung sampai dengan KM 70 GT Cikampek Utama dan selanjutnya diberlakukan contraflow dari KM 70 s/d KM 65 atau sesuai dinamika di lapangan dengan pertimbangan diskresi Kepolisian.

“Kami berharap dengan sosialisasi yang sudah disampaikan kepada masyarakat, maka masyarakat dapat mengatur perjalanan balik agar lebih baik lagi,” tambah Refdi.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menambahkan, pihaknya memprediksi puncak arus balik Lebaran 2019 jatuh pada H+3 atau pada 9 Juni 2019 prediksi jumlah kendaraan mencapai 104.000 kendaraan yang melewati GT Cikampek Utama ke arah Jakarta.

“Untuk itu kami mengimbau masyarakat tidak fokus hanya pada satu tanggal tertentu saja. Untuk pemudik yang menggunakan akses jalan tol dapat menikmati diskon tarif tol sebesar 15 persen pada 10-12 Juni 2019. Ini diharapkan menarik minat masyarakat sehingga distribusi lalu lintas arus mudik dapat menjadi maksimal,” jelas Desi.

Selain itu Desi juga mengimbau pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan balik agar dapat lebih baik dari perjalanan mudik kemarin. Selain manfaat bisa dirasakan sendiri oleh pengguna jalan, Desi juga menekankan bahwa kesiapan pengguna jalan juga membantu keamanan dan kenyamanan perjalanan orang lain.

“Isi BBM dan saldo uang elektronik dengan maksimal sebelum masuk ke jalan tol. Ini untuk menghindari kepadatan yang bisa terjadi di gerbang tol akibat kurang saldo dan kepadatan di rest area karena BBM habis. Selain itu cek kondisi kendaraan, pastikan kondisinya baik, agar tidak mengalami gangguan yang dapat mengurangi kapasitas lajur,” imbau Desi.

Jasa Marga juga mengimbau agar pengguna jalan dapat memonitor lalu lintas sebelum melakukan perjalanan. Bagi pengguna jalan yang akan melakukan perjalanan mudik, diimbau agar berangkat pada pagi hari untuk menghindari kecenderungan jam favorit arus balik pada siang-sore hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top