Jumlah Pemudik di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Tembus 15.817 Orang

Minat masyarakat dalam menggunakan Kapal Laut untuk mudik lebaran di Tahun 2019 ini terbukti cukup besar.
Arief Rahman | 03 Juni 2019 06:31 WIB
Para pemudik saat menunggu kapal sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin - Arief Rahman

Bisnis.com, BANJARMASIN- Minat masyarakat dalam menggunakan Kapal Laut untuk mudik lebaran di Tahun 2019 ini terbukti cukup besar.

Dari data terbaru yang dihimpun melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sampai H-4 jelang lebaran jumlah pemudik yang sudah berangkat dari Banjarmasin ke Surabaya maupun sebaliknya sudah tembus hingga diangka 15.817 orang. Angka ini naik 7.851 orang dibanding Tahun 2018 lalu yang jumlah pemudiknya hanya sebesar 7.966 orang.

Kemudian, untuk jumlah pemudik yang berangkat melalui pelabuhan Trisakti Banjarmasin tercatat sebesar 13.274 orang, padahal pada Tahun 2018 lalu jumlahnya hanya mencapai 7.364 orang. Lalu untuk pemudik yang datang ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin juga melonjak menjadi 2.570 orang, jauh lebih besar dibanding Tahun 2018 lalu yang hanya mencapai 602 orang.

Kepala Bagian Tata Usaha Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin 
Isarfulhayat mengatakan hanya tersisa 3 buah kapal lagi yang akan diberangkatkan sebelum momen lebaran tiba.

"Dua Kapal Roro berangkat hari ini, yakni Kapal Kumala dan Nikki Barokah. Kemudian terakhir besok hanya satu yakni Kapal Darma Kartika yang berkapasitas hingga 1.600 penumpang," ungkapnya, Minggu (02/06/2019).

Jika ketiga kapal tersebut tetap tidak cukup, maka pihaknya akan memberangkatkan kapal cadangan Cundamani bagi para pemudik yang belum terangkut. Namun berdasarkan tren tahun lalu kemungkinan besar pemudik sudah terangkut semuanya pada H-2 sebelum momen lebaran.

"Kalau sudah terangkut semua maka keberangkatan kapal tujuan Surabaya ke Banjarmasin atau sebaliknya baru akan kembali dimulai pada H+2 setelah momen lebaran," tambahnya.

Terkait membludaknya jumlah pemudik di Tahun 2019 ini, Kepala PT Dharma Lautan Cabang Banjarmasin Anton Wahyuddin mengatakan salah satu faktor utamanya adalah disebabkan mahalnya harga tiket pesawat kini. Selain itu kebijakan bagasi berbayar juga ikut memengaruhi banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan kapal laut untuk mudik lebaran.

"Kami prediksi kenaikannya di awal hanya mencapai 15 persen dibanding tahun lalu. Namun ternyata realitanya jauh lebih besar, yakni mencapai 50 persen lebih," katanya.

Sementara itu, Safi'i, salah satu pemudik yang membeli tiket kapal laut di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mengatakan, baru kali ini dirinya menggunakan kapal laut untuk mudik lebaran ke kota Surabaya.

Mahalnya harga tiket penerbangan menjadi pertimbangannya untuk menggunakan kapal laut demi bisa bertemu keluarga di kampung halaman. Lagi pula kebetulan tahun ini dirinya banyak membawa aneka barang bawaan karena ingin menetap kembali di Surabaya.

"Bisnis lagi kurang bagus di Kabupaten Tapin, makanya saya berencana kembali ke Surabaya dulu sambil melihat perkembangan. Kalau pulang naik pesawat kan sayang uangnya dan memang harganya sudah sangat mahal," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top