Perang Dagang Memanas, Maskapai Global Pangkas Proyeksi Laba

Maskapai penerbangan global memangkas proyeksi laba 21 persen sejalan dengan kekhawatiran terhadap meluasnya perang dagang dan harga minyak yang lebih tinggi.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 02 Juni 2019  |  15:15 WIB
Perang Dagang Memanas, Maskapai Global Pangkas Proyeksi Laba
Maskapai penerbangan asing berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com,JAKARTA— Maskapai penerbangan global memangkas proyeksi laba 21 persen sejalan dengan kekhawatiran terhadap meluasnya perang dagang dan harga minyak yang lebih tinggi.

The International Air Transport Association (IATA), organisasi yang merepresentasikan sekitar 290 maskapai atau lebih dari 80 persen lalu lintas udara global, menuturkan industri berharap dapat mencetak laba US$28 miliar pada 2019. Proyeksi itu turun dari US$35,5 miliar yang sebelumnya diumumkan pada Desember 2018.

Direktur Jenderal International Air Transport Association Alexandre de Juniac menuturkan maskapai masih akan mendapatkan keuntungan pada 2019. Akan tetapi, hal tersebut bukan sesuatu yang mudah untuk direalisasikan.

“Agenda politik proteksionis dan isolasionis sedang meningkat,” ujarnya seperti dilansir melalui Reuters, Minggu (2/6/2019).

Pada 2018, Alexandre menyebut laba yang yang dikantongi maskapai global mencapai US$30 miliar. Akan tetapi, pasar kargo udara, yang menjadi sumber pendapatan tambahan operator penerbangan, telah melemah secara substansial.

“Anda telah melihat bahwa perdagangan internasional sekarang berada pada tingkat pertumbuhan nol sehingga berdampak langsung kepada bisnis kargo kami,” jelasnya.

IATA memproyeksikan pertumbuhan kapasitas penumpang mencapai 6,9 persen diperkirakan akan melambat memenjadi 4,7 persen. Tren tarif diprediksi datar setelah terjadi penurunan 2,1 persen pada 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
maskapai penerbangan, maskapai penerbangan, perang dagang AS vs China

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top