Tarif Impor untuk Meksiko Incar Produk Teknologi. Banyak Merk AS Terkena Getahnya

Janji Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif pada semua barang yang dibuat di Meksiko akan menjadi pukulan bagi perusahaan teknologi perangkat keras utama yang sudah lebih dulu terguncang akibat perang dagang AS-China.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 02 Juni 2019  |  04:45 WIB
Tarif Impor untuk Meksiko Incar Produk Teknologi. Banyak Merk AS Terkena Getahnya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters/Jonathan Ernst

Bisnis.com, JAKARTA - Janji Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif pada semua barang yang dibuat di Meksiko akan menjadi pukulan bagi perusahaan teknologi perangkat keras utama yang sudah lebih dulu terguncang akibat perang dagang AS-China.

Dell Technologies Inc., HP Inc,  dan Hewlett Packard Enterprise Co. adalah beberapa nama di antara perusahaan teknologi A.S. yang melakukan kegiatan produksi di Meksiko.

Komputer dan printer yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan ini dan diimpor ke AS dari Meksiko berpotensi terkena pungutan 5% mulai 10 Juni, menurut keputusan Trump.

Gedung Putih mengatakan pada Kamis (30/5), bahwa tarif akan naik setinggi 25% pada bulan Oktober jika Meksiko tidak menghentikan aliran migran dan pencari suaka melintasi perbatasan selatan AS.

"Kami adalah orang yang sangat percaya pada perdagangan bebas," kata juru bicara Dell Steve Gilmore dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip melalui Bloomberg, Sabtu (1/6/2019).

Gilmore menambahkan, dalam satu kemungkinan, jika tarif disahkan, perusahaan terpaksa menaikkan harga.

"Berita baiknya adalah kami memiliki rantai pasokan global yang fleksibel dengan lebih dari 25 fasilitas produksi. Ini adalah keuntungan bagi kami yang memungkinkan kami untuk melakukan pivot sangat cepat dan meminimalkan dampak kepada pelanggan sebaik mungkin," ujarnya.

Biro Sensus AS mencatatkan, nilai impor komputer AS dari Meskiko mencapai US$25 miliar pada tahun 2018, menurut Biro Sensus AS, serta tambahan US$2,5 miliar untuk aksesori komputer.

Perushaaan perangkat keras raksasa yang lebih mengandalkan produksi Meksiko selama dua dekade terakhir guna mengambil keuntungan dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara kini justru menghadapi whiplash.

Mereka telah dipaksa untuk mengkonfigurasi ulang rantai pasokan mereka untuk bersaing dengan bea masuk Amerika yang dikenakan oleh Trump pada produk-produk buatan China.

Bagi Dell, Meksiko adalah kawasan yang aman untuk melarikan diri dari dampak terburuk konflik perdagangan AS-China.

Perusahaan Round Rock, yang berbasis di Texas merealokasi beberapa produksi komputer desktop ke Meksiko dari China beberapa bulan lalu sebagai tanggapan terhadap pungutan AS.

Round Rock juga membangun server di Meksiko. Sekarang, perusahaan mencoba mencari cara untuk menghadapi potensi tarif baru.
 
“Kami berbagi kekhawatiran industri bahwa pengenaan tarif yang semakin meluas menempatkan konsumen di garis depan perang dagang dengan meningkatkan biaya produk elektronik. Kami secara aktif memantau situasi dan akan terus bekerja dengan administrasi AS untuk mengadvokasi kepentingan terbaik pelanggan, mitra, dan konsumen," kata juru bicara HP Inc.

Banyak perusahaan teknologi besar sangat bergantung pada perusahaan lain untuk memproduksi produk mereka, termasuk Jabil Inc. yang berbasis di Florida dan Flex Ltd., yang berbasis di San Jose, California. Kedua produsen ini beroperasi di Meksiko.

Perusahaan-perusahaan tersebut membuat produk dari ponsel ke server dan memiliki daftar pelanggan yang luas, termasuk Apple Inc., Cisco Systems Inc., Microsoft Corp dan pembuat komputer pribadi.

Fasilitas Jabil di Guadalajara mengoperasikan ruang produksi seluas 363.000 kaki persegi dan membuat infrastruktur jaringan, nirkabel, dan peralatan telekomunikasi.

Other World Computing Inc., pembuat komponen penyimpanan komputer, adalah perusahaan lain yang mengalihkan produksinya dari Asia ke Meksiko.

Perusahaan yang memiliki penjualan tahunan US$125 juta tersebut, merindukan lingkungan bisnis yang dapat diprediksi.

Pendiri dan Chief Executive Officer Larry O'Connor mengatakan pengumuman tarif Trump layaknya sebuah serangan yang sangat menyakitkan.

“Saya mengerti soal tarif China, tetapi saya tidak tahu apa tujuan akhir dari ini [tarif impor Meksiko,” kata O'Connor dalam sebuah wawancara.

O'Connor mengatakan bahwa wacana tarif tersebut dapat menghambat hubungan perdagangan yang mendukung pekerjaan di kedua sisi perbatasan AS-Meksiko, dan rantai pasokan AS belum cukup kuat untuk membuat produk-produknya di dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
meksiko, perang tarif

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top