Tim PBB Akan Datang ke Jabar, Mau Apa?

PBB akan memberikan bantuan kepada Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat untuk menuntaskan beberapa programnya, seperti proyek Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dan Waste to Energy.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 31 Mei 2019  |  18:58 WIB
Tim PBB Akan Datang ke Jabar, Mau Apa?
Ridwan Kamil menjadi pembicara utama dalam 1st United Nations (UN)-Habitat Assembly di Nairobi, Kenya, Senin 27 Mei 2019. - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG—Ada buah tangan yang dibawa Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil setelah menjadi pembicara utama dalam 1st United Nations (UN)-Habitat Assembly di Nairobi, Kenya, Senin 27 Mei 2019.

Salah satunya rencana kedatangan tim Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) ke Tanah Pasundan. 

Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil—mengatakan bahwa PBB akan memberikan bantuan kepada Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat untuk menuntaskan beberapa programnya, seperti proyek Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dan Waste to Energy. 

“Tim PBB akan datang ke Jawa Barat. Satu, proyek Citarum akan dibantu dengan dana PBB juga. Kemudian pengembangan program lingkungan, Waste to Energy juga akan dibantu,” kata Emil, Jumat (31/5/2019). 

“Kurang lebih sekitar enam poin, kita akan tanda tangan, Direktur PBB dalam satu-dua bulan akan ke Bandung. Karena rezekinya mesti dijemput, menunggu kami ke sana, pulangnya Jawa Barat jadi prioritas semua daerah se-Dunia yang menjadi kerja sama PBB,” lanjut Emil.

Dalam pidatonya, Emil memaparkan sederet inovasi dan kolaborasi yang digagas Pemdaprov Jawa Barat dalam pembangunan serta peningkatan kualitas hidup perkotaan.

Pada 2050, diperkirakan 70 persen masyarakat dunia akan tinggal di perkotaan. Karena lonjakan jumlah penduduk yang sulit direm, kota akan berubah menjadi tempat yang diselimuti polusi.

Ada dua cara yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan problem tersebut. Pertama tentu saja menekan jumlah urbanisasi. Jika cara tersebut sulit direalisasikan, kata Emil, pemerintah wajib meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat perkotaan. Salah satunya dengan mengubah kebahagiaan menjadi kebijakan.

“Saya menyampaikan banyak pesan tentang inklusivitas pembangunan. Tidak boleh ada warga negara yang tertinggal, tentang teori kebahagiaan. Jangan mengejar urusan infrastruktur dan lain-lain,” ucap Emil.

Setelah mendengarkan pidato Emil, seluruh delegasi dari 193 negara tak cuma melontarkan apresiasi, tetapi juga berencana membuat kesepakatan dan akan belajar kepada Jawa Barat dalam mendongkrak kebahagiaan masyarakat via kebijakan. 

“Saya bahagia karena teori ini berhasil diterima oleh seluruh dunia. Mereka (delegasi) akan bikin kesepakatan belajar dari Jawa Barat dengan pengalaman saya menjadi Wali Kota untuk menjadikan paradigma baru. Kebahagiaan batin juga itu sering terlupakan, padahal itu yang sangat penting,” kata Emil. 

Selain itu, Emil menyatakan bahwa Pemdaprov Jawa Barat akan berupaya menjaga dan meningkatkan kebahagiaan masyarakatnya.

“Konsepnya memberikan layanan publik ke rumah-rumah, kayak dokter ke rumah, dan lain sebagainya. Jadi, negara yang mendatangi warga, bukan warga yang mendatangi negara,” tutup Emil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ridwan kamil

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup