Ini Penjelasan Ridwan Kamil Soal Desain Masjid di Tol Cipularang

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sendiri langsung angkat bicara memberi penjelasan pada warganet tentang makna arsitektur masjid tersebut.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 31 Mei 2019  |  14:41 WIB
Ini Penjelasan Ridwan Kamil Soal Desain Masjid di Tol Cipularang
Gubernur Jabar Ridwan Kamil di mimbar saat tarawih keliling.

Bisnis.com, BANDUNG – Ramai potongan video seorang penceramah soal Masjid Al Safar di rest area KM 88 B Tol Cipularang, Purwakarta yang didesain Ridwan Kamil dan tim arsitek Urbane sarat iluminati diyakini hanya sisa kampanye negatif saat Pilgub Jabar 2018 lalu.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sendiri langsung angkat bicara memberi penjelasan pada warganet tentang makna arsitektur masjid tersebut.

"Masjid Al Safar adalah eksperimentasi teori lipat Folding Architecture. Jika eksperimentasi bentuk itu ditafsir, ya tentu tidak bisa dihindari. Tapi jika disimpulkan bahwa bentuk-bentuknya adalah menerjemahkan simbol iluminati dkk, saya kira itu tidak betul. Mari fokus saja ibadah kepada Allah," dalam cuitannya di akun twitter @ridwankamil Jumat (31/5/2019) siang ini.

Tudingan tersebut juga malah berbanding terbalik dengan penilaian Al Mafa dari Arab Saudi yang menjadikan masjid tersebut nominasi masjid berasitektur terbaik Abdullatif Al Fozan Award 2019 bersama 26 masjid lain di dunia.

Dari data yang diperoleh Bisnis dari Ridwan Kamil penghargaan ini diberikan pada masjid-masjid yang menunjukan desain, perencanaan dan ide arsitektur brilian di abad 21.

Al Safar sendiri bersaing dengan masjid-masjid unik seperti Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Minor Uzbekistan, Masjid Sancaklar Turki, Masjid Komunitas Ghana hingga dua masjid rancangan Ridwan Kamil dan Urbane sendiri yakni Mesjid Raya Sumatera Barat, dan Al Irsyad, Bandung Barat.

Ridwan Kamil sendiri saat ini sudah menuntaskan desain baru Masjid Alajin yang akan dibangun di Gaza Palestina.

Masjid tersebut menurutnya dibuat sesuai keinginan masyarakat di sana. “Dari empat pilihan desain yang dipilih yang ada kubahnya, dan itulah yang kita bangun namanya masjid Syeikh Alajin,” tuturnya.

Pihaknya bertutur, masjid tersebut sebetulnya masjid besar yang hancur oleh serangan tentara Israel. Padahal masjid tersebut selama ini menjadi tempat ibadah utama di Palestina mengingat sudah menghasilkan 7.000-an penghapal Alquran.

“Sekarang rata dengan tanah maka salatnya di tenda kawinan begitu sehingga betul-betul menderita. Dan mereka request pribadi meminta Gubernur Jabar mendesainkan dan menggalang dananya,” ujarnya.

Pembangunan dan penggalangan dana untuk masjid tersebut menurut Ridwan Kamil menjadi bukti kerukukan umat Islam di Indonesia dan Palestina. Jika terealisasi masjid yang konsepnya memiliki lima kubah besar menandakan Rukum Islam tersebut akan menjadi sumbangan berupa masjid terbesar dari Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ridwan kamil

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top