Wiranto Akan Beri Hormat ke Prabowo, Jika Bisa Ajak Pendukung Aksi Tanpa Kekerasan

Wiranto ingin agar imbauan Capres Prabowo Subianto kepada para pendukung untuk melakukan aksi damai tanpa kekerasan fisik, benar-benar dapat dibuktikan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  11:59 WIB
Wiranto Akan Beri Hormat ke Prabowo, Jika Bisa Ajak Pendukung Aksi Tanpa Kekerasan
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers seusai rapat koordinasi khusus (Rakorsus) tingkat menteri di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/4/2019). - ANTARA/Renald Ghifari

Kabar24.com, JAKARTA — Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) wiranto akan memberikan hormat kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bila imbauan kepada pendukungnya terwujud.

Wiranto ingin agar imbauan Capres Prabowo Subianto kepada para pendukung untuk melakukan aksi damai tanpa kekerasan fisik, benar-benar dapat dibuktikan.

"Kalau itu dilaksanakan, saya hormat betul kepada beliau," kata Wiranto dalam video yang diberikan oleh stafnya di Kemenkopolhukam, Jumat (24/5/2019).

Pada video tersebut, dikutip dari Antara tampak Wiranto diwawancarai oleh beberapa orang sebelum melaksanakan sahur di kediamannya.

Dia mengaku sudah mengetahui pesan yang disampaikan oleh Prabowo melalui akun twitternya itu.

"Itu bagus itu, pernyataan beliau. Kan kira-kira bunyinya bahwa beliau menghendaki agar pendukungnya, pengikutnya itu sabar, kemudian menghentikan segala tindakan kekerasan. Bahwa aksi damai pun sementara itu dihentikan, taat hukum, kemudian juga mengajak aparat keamanan supaya bertindak arif," kata Wiranto.

Hal itu, lanjut Wiranto, sesuai dengan anjuran Presiden Jokowi untuk membangun kerukunan, membangun kebersamaan dalam kehidupan berbangsa.

"Dan saya ingat juga Pak SBY juga berikan apresiasi itu," ujarnya.

Menurut dia, Prabowo Subianto juga akan tercatat dalam demokrasi Indonesia manakala imbauannya dapat dilaksanakan oleh para pendukungnya.

Namun, tegas dia, jika ternyata masih ada pendukungnya yang berniat melakukan aksi anarkis, maka yang paling bertanggung jawab untuk menghentikannya adalah Prabowo sendiri.

"Yang paling bertanggung jawab untuk menghentikan itu, hanya sang pemimpin, Pak Prabowo sendiri," jelasnya.

Mantan Pangab ini juga berharap para pendukungnya mematuhi diinstruksikan Prabowo karena di bulan Ramadan ini umat Islam dapat menciptakan suasana damai dan tenang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, prabowo subianto, wiranto, Pemilu 2019

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup