Canggih, Ponpes Ini Kembangkan PLTS Senilai Rp10,1 miliar

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) membuat terobosan dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengurangi ketergantungan pemakaian listrik dari Perusahaan Listrik Negara.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 18 Mei 2019  |  10:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) membuat terobosan dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengurangi ketergantungan pemakaian listrik dari Perusahaan Listrik Negara.

Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo mengatakan tahap awal pengembangan PLTS saat ini dilakukan untuk membantu listrik dan penerangan di pondok pesantren Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur.

"Selama ini beban biaya yang ditanggung untuk kebutuhan listrik terus meningkat seiring dengan besarnya pemakaian listrik karena itu kami membangun PLTS sendiri," ujarnya dalam rilisnya Jumat (17/5/2019).

Pengembangan PLTS ini, merupakan bentuk pemanfaatan dan penerapan energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan rencana jangka panjang organisasi.

Apalagi sebagai negara tropis, energi matahari di Indonesia tersedia sepanjang tahun sehingga perlu dimaksimalkan dengan menjadikan sinar matahari sebagai energi listrik.

“Untuk kedepannya ada pemikiran menjadikan ponpes ini, sebagai wisata religi dan edukasi teknologi PLTS sehingga menginspirasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penerapan Energi Baru Terbarukan,” tutut pria asal Klaten tersebut.

Pakar PLTS yang juga menjadi aplikator PLTS di Ponpes Walibarokah, Horisworo mengatakan Instalasi PLTS yang dibangun berukuran 40 m x 41 m dengan harga mencapai Rp10,1 miliar termasuk peralatan penunjang.

Pihaknya sengaja membeli yang premium grade buatan Kanada. Dengan adanya garansi 25 tahun dari produsennya, maka lebih efisien,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
plts

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top