Arsitek Piramid Kaca Museum Louvre Meninggal Dunia

I.M. Pei, arsitek yang merancang sejumlah bangunan ternama di dunia, termasuk piramid kaca di bagian luar Museum Louvre di Paris, Prancis, meninggal dunia.
Denis Riantiza Meilanova | 17 Mei 2019 16:59 WIB
Ieoh Ming Pei berpose dengan piramid kaca di bagian luar Museum Louvre di Paris yang merupakan hasil karyanya. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Ieoh Ming Pei atau I.M. Pei, arsitek yang merancang sejumlah bangunan ternama di dunia, termasuk piramid kaca di bagian luar Museum Louvre di Paris, Prancis, meninggal dunia.

Sebagaimana dilansir Reuters pada Jumat (17/5/2019), kabar kematian Pei disampaikan oleh putranya kepada New York Times. Pei mengembuskan nafas terakhirnya pada usia 102 tahun pada Rabu malam (15/5/2019).

Pei terkenal dengan desain arsitekturnya yang modern. Sejumlah proyek high-profile membuatnya menjadi salah satu arsitek paling terkenal dan produktid di abad ke-20. Selain Louvre, ia juga merancang bangunan Hall of Fame Rock and Roll di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat.

Museum, bangunan kota, hotel, sekolah, dan struktur lain yang dibangun Pei di seluruh dunia menunjukkan geometri presisi dan kualitas abstrak. Biasanya bangunan-bangunan Pei terdiri atas batu, baja, dan kaca yang dapat memantulkan cahaya, seperti halnya Louvre.

Louvre, bagian yang berasal dari abad ke-12, terbukti menjadi karya Pei yang paling kontroversial. Dimulai dengan fakta bahwa dia bukan orang Prancis. Dia dipilih secara rahasia oleh Presiden Francois Mitterrand untuk merenovasi Louvre. Pei memulai renovasi dengan membuat studi 4 bulan tentang museum dan sejarah Prancis.

Dia menciptakan sebuah piramida berdinding kaca setinggi 70 kaki (21 m) yang futuristik sebagai pintu masuk utama Louvre dengan tiga piramida kecil di dekatnya. Desain yang sangat kontras dengan struktur Louvre memiliki gaya Prancis klasik itu dicerca oleh banyak orang Prancis.

Pei, warga negara AS keturunan China, mengatakan bahwa Louvre tidak diragukan lagi pekerjaan paling sulit dalam kariernya. Ketika dibuka pada 1993, dia mengatakan ingin menciptakan ruang modern yang tidak mengurangi bagian tradisional museum.

“Arsitek kontemporer cenderung memaksakan modernitas pada sesuatu,” katanya dalam wawancara dengan New York Times pada 2008.

“Ada kepedulian tertentu terhadap sejarah tetapi tidak terlalu dalam. Saya mengerti bahwa waktu telah berubah, kami telah berevolusi, tapi saya tidak ingin melupakan awalnya. Arsitektur yang langgeng harus memiliki akar. ”

Proyek Pei terkenal lainnya, antara lain Perpustakaan John F. Kennedy di Dorchester, Massachusetts; Pusat Nasional untuk Penelitian Atmosfer di Boulder, Colorado; Sayap Timur Galeri Seni Nasional di Washington; dan Balai Kota Dallas.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
museum

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup