Donald Trump Tak Ingin AS Perang dengan Iran

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada penasihat utamanya tidak ingin Amerika Serikat terlibat dalam perang dengan Iran.
Kahfi | 17 Mei 2019 13:08 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump - Reuters/Jorge Silva

Bisnis.com, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada penasihat utamanya tidak ingin AS terlibat dalam perang dengan Iran.

Pernyataan Trump itu disampaikan kepada tiga pejabat AS. “Dia tidak ingin pergi berperang," kata seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya.

Trump telah berkomunikasi dengan tim keamanan nasionalnya dan para pembantu lainnya untuk  menjaga ketegangan dengan Teheran. Dia mengingatkan para pembantunya agar tidak terprovokasi, dan mengarah pada keputusan angkat senjata.

Namun, dia juga telah menjelaskan bahwa dia akan melindungi kepentingan AS di kawasan Teluk. Hal itu diungkapkan pejabat lainnya pada Jumat (17/5/2019) WIB.

Intelijen AS menunjukkan aktivitas yang meningkat oleh Iran yang dianggap sebagai ancaman terhadap objek AS di kawasan itu.

Trump memenangi pemilu 2016, salah satunya karena janji untuk menghindari konflik di luar negeri setelah apa yang dia pandang sebagai perang mahal di Afghanistan dan Irak.

Presiden AS itu mengatakan kepada wartawan bahwa dia berharap AS tidak akan berperang dengan Iran. Pernyataan itu dilontarkan ketika dia bertemu dengan Presiden Swiss Ueli Maurer, yang negaranya telah berfungsi sebagai saluran penghubung antara kedua negara karena mereka tidak memiliki hubungan diplomatik.

"Semoga tidak," kata Trump pada Kamis (16/5/2019) ketika ditanya oleh wartawan apakah Washington akan berperang dengan Teheran.

Ketegangan meningkat dalam beberapa hari terakhir dengan makin munculnya kekhawatiran tentang potensi konflik AS-Iran.

Pada awal pekan ini AS menarik beberapa staf diplomatik dari kedutaan besarnya di Baghdad, Irak, setelah serangan akhir pekan terhadap empat kapal tanker minyak di perairan Teluk.

“Presiden sudah jelas, AS tidak mencari konflik militer dengan Iran, dan dia terbuka untuk berbicara dengan para pemimpin Iran. Namun, kami akan melindungi personel dan kepentingan AS di kawasan ini,” kata Garrett Marquis, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, amerika serikat, Donald Trump

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup