Uniknya Ragam Desain Rekonstruksi Katedral Notre Dame

Keagungan Katedral Notre Dame sungguh abadi. Lidah api yang melalap salah satu ikon kota Paris ini pada pertengahan April lalu justru menyulut kobaran inspirasi dan semangat yang lebih dahsyat untuk membangunnya kembali.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 16 Mei 2019  |  17:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Keagungan Katedral Notre Dame sungguh abadi. Lidah api yang melalap salah satu ikon kota Paris ini pada pertengahan April lalu justru menyulut kobaran inspirasi dan semangat yang lebih dahsyat untuk membangunnya kembali.

Di Prancis saja, kalangan keluarga kelas atas berlomba-lomba untuk mengumpulkan sumbangan senilai lebih dari €1 miliar atau sekitar Rp16,2 triliun dari harta mereka guna rekonstruksi landmark bangunan suci ini.

Pemerintah-pemerintah negara di belahan dunia lain tak ingin ketinggalan. Serbia menjanjikan sumbangan senilai €1 juta untuk tujuan ini. Sementara itu, Inggris dan Italia menawarkan dukungan melalui keterampilan para pakar yang mereka miliki.

Pada Rabu (15/5/2019), giliran Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengunjungi puing-puing Notre Dame. Ia berjanji akan mengirimkan bahan baku atau bantuan apa pun yang memungkinkan untuk kepentingan rekonstruksi.

Presiden Prancis Emmanuel Macron sendiri telah menyatakan siap membangun kembali Katedral Notre Dame dalam waktu lima tahun.

“Kami akan membangun kembali Notre Dame bahkan lebih indah. Saya bertekad menyelesaikannya dalam lima tahun, kami bisa melakukannya,” ujar Macron pascainsiden terbakarnya menara Katedral Notre Dame pada 15 April 2019.

Beberapa hari setelah si jago merah melahap dan meruntuhkan atap gereja berbahan kayu dan berusia 850 tahun itu, Perdana Menteri Prancis Édouard Philippe mengumumkan kontes internasional untuk mendesain ulang menara katedral.

Sejak itu, Macron telah mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan hasil akhir yang konsisten dengan karakter bangsa Prancis yang modern dan beragam.

Arsitek-arsitek negeri kelahiran Napoleon Bonaparte pun ramai merespons isyarat tersebut dan mulai merilis berbagai macam desain untuk Notre Dame yang baru dan lebih indah.

Seorang arsitek bernama Vincent Callebaut mengusulkan desain atap dan menara terbuat dari kaca. Melalui desain ini, akan tercipta layaknya rumah kaca yang menghasilkan hingga 19 ton buah dan sayuran segar setiap tahun.

Sel-sel bahan bakar hidrogen pada kaca akan mengubah sinar matahari menjadi energi untuk bangunan itu.

Sementara itu, puncak menaranya berfungsi sebagai pengatur suhu, yang menyimpan udara panas selama musim dingin dan membiarkan hembusan angin dingin masuk selama musim panas.

Selain Callebaut, sejumlah seniman grafis mengusulkan bermacam desain mulai dari menara virtual terbuat dari cahaya, rancangan atap berupa kaca patri, hingga yang terbuat dari serat karbon dan ditutupi dengan daun emas.

Membayangkan seluruh desain itu saja sudah terasa luar biasa sampai sebuah perusahaan asal Swedia menawarkan desain yang tak hanya spektakuler tetapi juga ganjil.

Bukan apa-apa, tetapi desainnya menampilkan sebuah kolam renang besar di atas atap Notre Dame yang ditujukan untuk kepentingan publik.

“Kami mengusulkan ruang publik yang meditatif, pengalaman spasial yang saling mengisi untuk bangunan itu dengan pandangan yang tak tertandingi seputar Paris,” terang pihak perusahaan dalam situsnya, seperti dikutip CBC.

Tak berarti itu menjadi desain yang paling ‘nyeleneh’. Ternyata ada juga yang mengusulkan memanfaatkan ruang di atas atap katedral Notre Dame untuk parkir mobil. Desain ini dibuat oleh desainer tak dikenal dan dipublikasikan dalam suatu laman Facebook.

Cerita mengenai beragam desain unik atap Notre Dame tersebut spontan menarik respons para warganet. Ada yang menyukai, ada juga yang tidak menginginkan bentuk-bentuk aneh menggantikan wujud konstruksi asli atap Notre Dame.  

“Mengubah atap menjadi apapun selain yang asli akan mengubah dinamika gereja. Bagi saya, sejarah harus dilestarikan dan mempertahankan desain yang ada,” tegas annapalmierii di akun Instagram.

“Ada beberapa bangunan tua yang dapat mengambil ekstensi modern baru tetapi Notre Dame unik dan harus tetap seperti itu,” tambahnya.

Seorang warganet bahkan terang-terang menyebut bermacam desain itu sebagai penghinaan dan menginginkan agar atap itu dibangun seperti semula.

“Jika ide-ide yang diusulkan tampak seperti ini, saya lebih suka mereka membangunnya seperti sedia kala,” tutur warganet lain.

Estimasi awal menunjukkan bahwa rekonstruksi Katedral Notre Dame dengan cara yang lebih tradisional akan menelan biaya sekitar €600 juta - €700 juta.

Akan tetapi, meski banyak yang telah menjanjikan dana besar-besaran untuk kepentingan tersebut, baru sebagian kecil dana yang telah dikumpulkan.

La Fondation du Patrimoine, badan warisan nasional Prancis, telah menerima €218 juta dari €900 juta yang dijanjikan. Adapun Yayasan Notre Dame yang dikelola Gereja Katolik baru menerima €13,5 juta.

“Sebagian besar sumbangan ini belum terwujud. Karena itulah pengumpulannya masih berlanjut,” ujar Uskup Agung Paris, Michel Aupetit, dalam sebuah pernyataan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
katedral notre dame

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top