Tolak Hasil Hitung KPU, Ini Alasan BPN Tak Akan Ajukan Gugatan ke MK

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pihaknya tidak akan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi setelah Komisi Pemilihan Umum mengumumkan pemenang Pilpres 2019 pada 22 Mei mendatang.
Feni Freycinetia Fitriani | 15 Mei 2019 19:49 WIB
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA--Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pihaknya tidak akan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi setelah Komisi Pemilihan Umum mengumumkan pemenang Pilpres 2019 pada 22 Mei mendatang.

Dahnil menuturkan BPN Prabowo-Sandi sudah melihat proses hukum yang terjadi sejak masa kampanye hingga saat ini. Dahnil juga merasa tidak puas dengan tindakan-tindakan yang diterima oleh pendukung paslon 02.

"Kami banyak dihalang-halangai, kriminalisasi terhadap tokoh-tokoh BPN baik pada saat pencoblosan dan pascapencoblosan. Kami kehilangan kepercayaan, distrust, [atas] proses hukum. Hukum kita seperti hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menentukan tafsir. Termasuk terkait dengan ke MK karena distrust itu, kami memutuskan tidak melakukan gugatan ke MK dan juga terkait masalah yang lain," ujar Dahnil, Rabu (15/5/2019).

Menurut Dahnil  untuk saat ini BPN Prabowo-Sandi akan fokus menunggu perkembangan Pilpres 2019 hingga beberapa hari ke depan. Yang pasti, katanya, BPN akan memastikan proses penghitungan suara saat ini berkeadilan.

Karena itu, Dahnil mengungkapkan pihaknya akan terus menggugat agar penyelenggara Pemilu 2019 dapat menghadirkan kejujuran dan keadilan.

Dahnil pun menjawab singkat terkait apa yang akan dilakukan BPN Prabowo-Sandi jika tidak melayangkan gugatan hasil Pemilu ke MK. Menurutnya, gugatan ke MK merupakan upaya hukum. BPN justru akan menggunakan cara sebaliknya.

"Mau atau tidak mau menggugat [ke MK] itu kan upaya hukum. Artinya [kami] tidak memilih cara formal hukum. Apa yang akan kita lakukan? Kami akan mencari keadilan secara politik. Kita serahkan pada masyarakat. Pak Prabowo akan ikuti suara rakyat," ujar Dahnil.

Sebelumnya, Capres Nomor Urut 01 Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara pada Pemilu 2019. Namun, ia menggarisbawahi, penolakan akan dilakukan pada hasil penghitungan yang terindikasi curang.

"Kami masih menaruh harapan kepada KPU, tapi sikap saya jelas saya akan menolak hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran dalam penyelenggaraan Pemilu ini," kata Capres 02 Prabowo Subianto dalam orasinya pada acara "Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pemilu 2019", di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Prabowo mengaku pihaknya masih menaruh secercah harapan kepada KPU dan mengingatkan kepada insan-insan anggota KPU bahwa masa depan bangsa Indonesia ada di pundak komisioner KPU.

"Kau [KPU] yang harus memutuskan. Kau yang harus memilih menegakkan kebenaran dan keadilan atau meneruskan kebohongan dan ketidakadilan. Kalau ketidakadilan, maka kau mengizinkan penjajahan rakyat Indonesia," tegas Prabowo.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpu, prabowo subianto, Pilpres 2019

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup