Alumni SMAK Santa Maria Surabaya Beri Hadiah Emas Pada Guru

Alumni SMAK Santa Maria Surabaya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para guru berupa emas dalam kegiatan Reuni Akbar angkatan 1997.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 12 Mei 2019  |  02:42 WIB
Alumni SMAK Santa Maria Surabaya Beri Hadiah Emas Pada Guru
Para guru SMAK Santa Maria Surabaya saat mendapatkan apresiasi dan penghargaan oleh alumni dalam gelaran Reuni Akbar SMAK Santa Maria Angkatan 1997 di Surabaya, Sabtu (11/5/2019). - Bisnis.com/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – Alumni SMAK Santa Maria Surabaya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para guru berupa emas dalam kegiatan Reuni Akbar angkatan 1997.

Ketua Panitia Reuni Akbar SMAK Santa Maria, Franklin Gondosiswanto mengatakan reuni yang mengambil tema Teacher Appreciation Day ini digelar sebagai ajang temu kangen siswa angkatan 1997 atau lulusan 2000 mengingat sudah 19 tahun tidak bertemu.

"Pembentukan panitia reuni juga dimotori oleh alumnus yang tinggal dan masih berdomisili di Surabaya," katanya seusai gelaran Reuni Akbar SMAK Santa Maria Surabaya, Sabtu (11/5/2019).

Dia mengungkapkan dalam mengumpulkan para alumni ini panitia mencari teman satu angkatan dari berbagai nara sumber dan informasi termasuk, tempat kerja yang sama, saudara sepupu/keluarga, kontak telepon yang masih ada di buku kontak dan yang paling banyak adalah mengundang melalui media sosial.

"Dari situ muncul ide dan konsep untuk mengapresiasi para guru yang pernah mengajar dan yang masih mengajar sampai sekarang," imbuhnya.

Guru sejarah SMAK Santa Maria Carolous Mado yang mendapatkan apresiasi dan penghargaan emas 1 gram mengaku gembira bisa bertemu dengan murid-muridnya dulu. Mado dinobatkan sebagai guru yang killer di kelas oleh para alumni SMAK Santa Maria Surabaya ini.

"Pada umumnya anak-anak itu mendengarkan dan memperhatikan. Mungkin satu atau dua anak saja yang nakal dan itu wajar biasa. Juga memang ada yang pernah saya cubit karena sudah keterlaluan membuat masalah berkali-kali," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top