Diduga Hina Kerajaan, Tiga Aktivis Thailand Hilang

Tiga aktivis Thailand yang menghadapi tuduhan penghinaan terhadap keluarga kerajaan dikabarkan menghilang setelah sempat ditangkap di Vietnam.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 Mei 2019  |  19:58 WIB
Diduga Hina Kerajaan, Tiga Aktivis Thailand Hilang
Foto Raja Maha Vajiralongkorn dipasang di luar kuil Wat Suthat menjelang penobatannya secara resmi di Bangkok, Thailand, Jumat (3/5/2019). - Reuters/Jorge Silva

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga aktivis Thailand yang menghadapi tuduhan penghinaan terhadap keluarga kerajaan dikabarkan menghilang setelah sempat ditangkap di Vietnam.

Informasi ini diungkaokan kelompok pegiat hak asasi manusia, Jumat (10/5/2019). Kabar hilangnya para aktivis tersebut datang beberapa bulan setelah dua kritikus junta militer dan kerajaan ditemukan tewas.

Ketiga aktivis tersebut adalah Chucheep Chiwasut yang pernah menyiarkan komentar politik ke Thailand dari pengasingan, serta dua rekannya sesama aktivis Siam Theerawut dan Kritsana Thapthai.

Human Rights Watch menyebutkan bahwa ketiga aktivis tersebut telah diserahkan kepada pihak berwenang Thailand setelah ditangkap di Vietnam pada Rabu (8/5/2019). Namun sampai saat ini keberadaan tiga orang tersebut tidak diketahui.

Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwan membantah ketiga aktivis itu dalam tahanan Thailand seperti yang telah dilaporkan Aliansi Thailand untuk Hak Asasi Manusia.

"Vietnam belum mengoordinasikan pengiriman tahanan. Kami belum menerima permintaan apa pun. Jika ada, hal itu akan melalui kementerian luar negeri dan polisi," kata Prawit kepada wartawan seperti dikutip Reuters.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintahan junta yang berkuasa sengaja menerapkan hukum lese-majeste yang lebih ketat sejak kudeta 2014 sebagai cara untuk membungkam kritik.

Amnesty International yang berbasis di London mengatakan Chucheep telah lama menghadapi tuduhan lese-majeste atau penghinaan terhadap kerajaan. Sementara Siam dan Kristana sedang dalam penyelidikan polisi untuk kasus serupa.

Pasal 112 KUHP Thailand mengatakan siapa pun yang menghina raja, ratu, pewaris atau bupati menghadapi hukuman sampai 15 tahun penjara.

Pada Januari lalu, tubuh dua kritikus militer dan keluarga kerajaan yang berada di pengasingan, Chatcharn Buppawan (56) dan Kraidej Luelert (46) ditemukan di Sungai Mekong di sepanjang perbatasan dengan Laos.

Tubuh dua orang tersebut diisi dengan beton yang diduga dilakukan supaya mereka tenggelam.

Pihak militer menyangkal tuduhan keterlibatan kematian dua kritikus tersebut. Mereka mengaku tak memiliki informasi apa pun soal mayat-mayat itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
thailand

Sumber : Reuters

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top