Trump Buka Harapan Tunda Pengenaan Tarif Tinggi Atas Produk China  

Presiden AS, Donald Trump memberi sedikit harapan untuk menyelamatkan kesepakatan perdagangan dengan China beberapa jam sebelum para perunding Beijing dijadwalkan kembali ke meja perundingan setelah sebelumnya suasana memanas.
John Andhi Oktaveri | 10 Mei 2019 07:41 WIB
Perang dagang AS China - istimewa

Kabar24.com, JAKARTA—Presiden AS, Donald Trump memberi sedikit harapan untuk menyelamatkan kesepakatan perdagangan dengan China beberapa jam sebelum para perunding Beijing dijadwalkan kembali ke meja perundingan setelah sebelumnya suasana memanas.

AS akan memberlakukan tarif tinggi senilai ratusan miliar dolar AS atas produk impor dari China mulai Jumat waktu setempat. Akan tetapi Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya menerima surat dari mitranya dari China, Presiden Xi Jinping dan kemungkinan akan berbicara dengannya melalui telepon.

"Itu mungkin dilakukan," kata Trump tentang kesepakatan perdagangan di Gedung Putih setelah mengatakan bahwa dirinya mendapat surat yang sangat menggembirakan dari Presiden Xi.
Akan tetapi, Trump memperingatkan bahwa dia juga lebih dari senang menggunakan tarif dalam menyelesaikan perselisihan dagang dengan China.

"Saya berbeda dari banyak orang..kebetulan saya berpikir bahwa tarif, untuk negara kita, sangat penting," ujarnya sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (10/5).

Ketegangan hubungan perdgangan antara AS dan China sejak berbulan-bulan terakhir memuncak pekan ini setelah pejabat AS menuduh China ingkar dari komitmen yang telah disepakati sebelumnya. Akan tetapi piak China menolak klaim tersebut. 
"Mereka mengambil untung banyak dari kesepakatan itu dan mereka melakukan negosiasi ulang. Anda tidak dapat melakukan itu," kata Trump.

Sejak awal tahun ini, pembicaraan perdagangan terus berjalan bekerja untuk menyelesaikan keluhan Washington atas pencurian hak kekayaan intelektual, intervensi negara besar-besaran di pasar dan defisit perdagangan yang meningkat.

Kementerian Perdagangan China memperingatkan Beijing tidak akan "menyerah pada tekanan apa pun" dan mengancam akan melakukan pembalasan jika tarif AS naik hingga 25% seperti yang dijadwalkan mulai Jumat waktu setempat. 

"Pihak China telah menepati janji dan ini tidak pernah berubah," katanya tanpa merinci langkah-langkah apa yang akan diambil Beijing. Hanya saja China memperingatkan bahwa pihaknya "telah bersiap untuk semua situasi yang mungkin.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup