Jaga Demo di Bawaslu, Polisi Pakai Serban Peci dan Lantunkan Selawat

Aparat kepolisian membuat pagar betis memantau aksi dari Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran atau Gerak mulai berkumpul di Gedung Badan Pengawas Pemilu. Mereka mengenakan serban dan peci.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 10 Mei 2019  |  14:25 WIB
Jaga Demo di Bawaslu, Polisi Pakai Serban Peci dan Lantunkan Selawat
Polisi melakukan penjagaan aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu RI Jakarta, Jumat (10/5/2019). Polisi yang bertugas mengenakan serban dan peci serta melantunkan selawat/JIBI - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA — Aparat kepolisian membuat pagar betis memantau aksi dari Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran atau Gerak mulai berkumpul di Gedung Badan Pengawas Pemilu. Mereka mengenakan serban dan peci.

Sambil melakukan penjagaan, mereka melantunkan selawat doa kepada Allah dan Nabi Muhammad.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com di lapangan, di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) situasi lalu lintas mulai tersendat. Ini karena massa memenuhi setengah jalan MH. Tamrin.

Sementara itu saat aksi massa menyanyikan yel-yel dan menyerukan takbir. “Tugasmu mengayomi, tugasmu mengayomi. Pak polisi, Pak polisi jangan ikut kompetisi,” teriak massa, Jumat (10/5/2019).

Gerak merupakan inisiasi dari Mayjen (purn) Kivlan Zen, Letjen (purn) Syarwan Hamid, anggota Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana, dan kawan-kawan.

Ini adalah aksi kedua mereka setelah kemarin, Kamis (9/5/2019) tidak bisa melakukan demonstrasi. Alasannya mereka tidak memiliki izin.

Saat aksi yang tidak memiliki izin, Eggi menjelaskan bahwa Gerak mendatangi Bawaslu untuk meminta penyelenggara pemilu mendiskualifikasi pasangan Jokowi-Amin. Dia menilai pasangan nomor urut 01 ini melakukan kecurangan.

Eggi mencontohkan kecurangan tersebut di antaranya surat suara yang sudah tercoblos di Malaysia dan Boyolali, Jawa Tengah. Padahal ketika itu pemungutan belum berlangsung.

Di demo kali ini Eggi bakal kekeh untuk bertemu dengan pihak Bawaslu.

“Mau ngomong laporan dong ke Bawaslu kenapa tidak lakukan diskualifikasi atau menegur [Jokowi-Amin],” katanya, Kamis (9/5/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bawaslu, eggi sudjana

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top