SBY Dituduh Licik, Andi Arief : Kivlan Zen Tak Pernah Bela Islam

Para pengurus Partai Demokrat bereaksi keras atas pernyataan Kivlan Zen yang menuding Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) licik karena tidak mau ada jenderal selain dirinya jadi presiden.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 10 Mei 2019  |  11:14 WIB
SBY Dituduh Licik, Andi Arief : Kivlan Zen Tak Pernah Bela Islam
Andi Arief. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pernyataan Mayjen (purn) Kivlan Zen yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) licik karena tidak mau ada jenderal selain dirinya jadi presiden menuai reaksi keras dari para pengurus Partai Demokrat.

Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief mengatakan bahwa Kivlan melontarkan kalimat demikian karena selalu menganggap SBY sebagai musuh.

“Kivlan Zen dan komplotannya yang kerap bermain api membenturkan rakyat dengan atas nama agama dan SARA dari mulai Konflik Ambon, Poso, Sampit dan lain-lain. Kivlan tak pernah membela Islam,” tulisnya di akun Twitter-nya, Jumat (10/5/2019).

SBY dianggap musuh besar karena penghalang ambisi kotor Kivlan Zen dan komplotannya yang kerap bermain api membenturkan rakyat dengan atas nama agama dan SARA dari mulai Konflik Ambon, Poso, Sampit dll. Kivlan tak pernah membela Islam,.

— andi arief (@AndiArief__) May 10, 2019

Sebelumnya, Kivlan menyebut kader Demokrat adalah orang yang tidak jelas komitmennya. Itu termasuk SBY, karena tak mau Prabowo jadi presiden.

Dia mengetahui sifat juniornya itu sejak lama di dunia militer. 

“Dia [SBY] tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden. Dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Saya yang mendidik dia,” ucap Kivlan, Kamis (9/5).

Pernyataannya ini merupakan tanggapan atas status Andi di Twitter, Senin (6/5), yang mengklaim Demokrat ingin menyelamatkan Prabowo dari perangkap sesat setan gundul yang memberi informasi sesat soal angka kemenangan 62 persen dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Bahkan, dalam cuitan beruntun tersebut, Andi menyebut sikap Demokrat akan tegas keluar dari koalisi apabila Prabowo lebih mendengarkan setan gundul daripada partai politik (parpol) koalisi. Terlebih, apabila benar-benar menggalang people power berbasis hoaks kemenangan 62 persen.

“Partai Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan Gerindra, PAN, PKS, Berkarya dan Rakyat. Jika Pak Prabowo lebih memilih mensubordinasikan koalisi dengan kelompok setan gundul, Partai Demokrat akan memilih jalan sendiri yg tidak hianati rakyat,” tulisnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sby, Pilpres 2019

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup