Kemendes PDTT Tekankan Pentingnya Keakuratan Data

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menekankan pentingnya keakuratan data desa untuk mempercepat program pembangunan desa.
Kemendes PDTT Tekankan Pentingnya Keakuratan Data Fitri Sartina Dewi | 10 Mei 2019 03:00 WIB
Kemendes PDTT Tekankan Pentingnya Keakuratan Data
Sekretaris Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (5/6). - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com,JAKARTA - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menekankan pentingnya keakuratan data desa untuk mempercepat program pembangunan desa.

Data dianggap sebagai unsur utama yang menentukan tingkat kualitas kebijakan. Data yg baik akan menghasilkan rumusan bahan kebijakan yang baik.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi. 

Anwar menuturkan terkait data desa, sumbernya ada di hasil pendataan Potensi Desa (PODES) yang dilakukan setiap 3 tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Namun, ada jeda waktu, jadi tiap tahun ada kesulitan. Oleh sebab itu, pihaknya bersama dengan BPS melakukan survei tiap tahun.

Lebih lanjut, Anwar mengatakan bahwa perlu mengintegrasikan berbagai indeks. Baik yang dikeluarkan BPS, Bappenas, Kemendes PDTT, Kemendagri dan lainnya. Dengan demikian, pada 2020-2024 diharapkan ada data bersama untuk mengambil keputusan terutama pada desa.

Selain PODES, ada IDM dan IPD sebagai basis mengeluarkan prioritas penggunaan dana desa.

Lebih lanjut, Anwar mengungkapkan berdasarkan Rancangan RPJMN 2020-2024 ada target 7.000 desa tertinggal dientaskan dan 3.000 desa mandiri diciptakan.

“Sebelumnya 5.000 desa tertinggal dientaskan dan 2.500 desa mandiri diciptakan. Kita harus betul-betul meyakinkan setiap intervensi yang kita laksanakan,” ujarnya seperti dikutip dalam informasi yang dirilis Kemendes PDTT, Kamis (9/5/2019).

Dia mengungkapkan pemerintah berkomitmen meningkatkan dana desa sebesar Rp75 triliun hingga total Rp 400 triliun pada 2024.

“Kalau tidak dikawal akan jadi bom waktu. Itulah pentingnya kualitas data untuk memperbaiki kebijakan," imbuhnya.

Menurutnya, kebijakan yang dilaksanakan harus dari data yang akurat sehingga setiap memberikan rekomendasi kepada desa bisa masuk akal, dan tepat sasaran.

Sementara itu Advisor Mendes PDTT Roosary Tyas Wardani mengatakan pentingnya data untuk menunjang tepatnya sasaran suatu kegiatan.

"Kalau kita memberikan suatu aktifitas kegiatan harus terangkat, makanya data itu sangat penting. Data itu harus akurat, diambil oleh SDM yang berkualitas dan mumpuni, sistem pengambilan data yang tepat, dan ditunjang kecepatan tinggi," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
desa, dana desa, Kemendes-Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top