Gejolak Pascapilpres, Berikut 7 Pesan dari 7 Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Bogor

Tujuh rektor dan pimpinan perguruan tinggi di Bogor menyatakan sikap dengan menyampaikan tujuh pesan, atas gejolak pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, di IPB International Convention Center (IICC) Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  19:06 WIB
Gejolak Pascapilpres, Berikut 7 Pesan dari 7 Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Bogor
Tujuh Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di menyampaikan tujuh pesan, atas gejolak Pilpres 2019, di IPB International Convention Center (IICC) Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Tujuh rektor dan pimpinan perguruan tinggi di Bogor menyatakan sikap dengan menyampaikan tujuh pesan, atas gejolak pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, di IPB International Convention Center (IICC) Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019).

"Jangan sampai negara ini hancur terpecah belah, hanya karena pilpres. Kami sepakat, para rektor sepakat menyampaikan tujuh pesan ini," kata Rektor Universitas Pakuan Bogor, Profesor Bibin Rubini.

Tujuh rektor dan pimpinan perguruan tinggi di Bogor tersebut yaitu, Rektor IPB, Arif Satria, Rektor Universitas Pakuan, Prof Bibin Rubini, Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor, Ending Baharuddin, Rektor Universitas Djuanda, Dede Kardaya, Rektor Universitas Nusa Bangsa, Yunus Arifien, Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor, Edi Sukardi, dan Ketua STEI TAZKIA, Murniati Mukhlisin.

Tujuh pesan yang dibacakan oleh Rektor IPB University, Arif Satria yaitu:

1. Mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

2. Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur, adil, independen, transparan, dan bertanggung jawab sesuai tahapan pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga.

3. Mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis, dan sejuk setelah Pemilu 2019.

4. Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku.

5. Mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial.

6. Mengajak elite kedua pihak dan seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis.

7. Meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini.

Arif Satria mengatakan, selama masa kampanye sampai dengan sekarang telah terjadi banyak hal yang berpotensi mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat. Maka, penting menurutnya para rektor di Bogor menyatakan sikap.

"Oleh karena itu, kami para rektor perguruan tinggi di Bogor Raya memandang perlu menyampaikan tujuh pesan ini," ucap Arif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpu, ipb, Pilpres 2019

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top