Kisah Perajut Payudara Buatan

Para perajut itu harus mengikuti standar rajutan, pola, dan jenis benang yang direkomendasikan Knitted Knockers Indonesia. Hal ini penting untuk menjaga standar kualitas dan kenyamanan pemakaian.
Tika Anggreni Purba | 08 Mei 2019 14:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kehilangan payudara sejatinya adalah masalah besar bagi perempuan. Tetapi apa daya, bagi sebagian besar penyintas kanker payudara kehilangan payudara harus terjadi karena mastektomi ataupun lumpektomi.

Demi kesembuhan, penderita kanker payudara harus rela kehilangan bagian tubuh yang istimewa. Mau tak mau operasi pengangkatan payudara atau mastektomi harus dilakukan. Suka tak suka sebagian besar penderita kanker payudara harus kehilangan salah satu atau kedua payudaranya. Sering kali kehilangan payudara turut menghilangkan kepercayaan diri para pejuang kanker itu.

 “Saya menyaksikan sendiri betapa beratnya perjuangan penderita kanker payudara  dari sahabat dekat saya, inilah awal mula saya ingin melakukan sesuatu untuk meringankan beban mereka,” kata Rosalina Lee, pendiri dan ketua Knitted Knockers Indonesia.

Rosalina merupakan seorang ibu rumah tangga yang menekuni perajutan sejak usia muda. Suatu hari dalam kerinduan besar untuk membantu sesama perempuan yang sakit kanker payudara, Rosalina menemukan keberadaan organisasi Knitted Knockers berbasis internasional di internet.

Organisasi nirlaba itu menyalurkan payudara buatan (knockers) atau payudara artifisial yang dibuat dari rajutan secara gratis ke berbagai negara. Dia kemudian melakukan korespondensi ke pihak Knitted Knockers pusat di Amerika Serikat (AS).

“Saya kemudian belajar merajut knockers itu dan ternyata saya bisa, dan ingin menyumbangkannya melalui Knitted Knockers di AS,” katanya lagi. Dari pusat, pesan elektroniknya berbalas dengan usulan agar Rosalina membentuk komunitas perajut payudara artifisial di Indonesia, mengingat jarak AS dan Indonesia yang cukup jauh.

Rajutan pertama Rosalina diberikan kepada salah seorang rekan yang baru saja melakukan operasi pengangkatan payudara. Tertanya tanggapan dari kerabat tersebut makin menggugah hatinya. “Responsnya luar biasa, pemberian saya yang kecil itu ternyata berdampak besar baginya, dia merasa diperhatikan dan dipedulikan,” kata Rosalina berkaca-kaca.

Inilah yang menjadi langkah awal Rosalina memulai gerakan ini makin luas bersama komunitas perajut. Akhirnya resmilah berdiri Perkumpulan Relawan Perajut Payudara Artifisial Indonesia atau Knitted Knockers Indonesia.

Kerja sama makin berkembang dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan komunitas pejuang kanker payudara di seluruh Indonesia. “Akhirnya mulai ada permintaan dari YKI, komunitas, dan penderita kanker payudara sehingga pelan-pelan kami memperkenalkan knockers di Indonesia,” ucapnya.

Knitted Knockers Indonesia menerima kiriman knockers dari berbagai relawan di Indonesia. Para sukarelawan perajut yang tersebar di seluruh Indonesia itu merajut sendiri di daerahnya, kemudian mengirimkan knockers ke Jakarta untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

STANDAR RAJUTAN

Para perajut itu harus mengikuti standar rajutan, pola, dan jenis benang yang direkomendasikan Knitted Knockers Indonesia. Hal ini penting untuk menjaga standar kualitas dan kenyamanan pemakaian. Apalagi Knitted Knockers Indonesia juga dinaungi langsung oleh Knitted Knockers pusat.

“Perajut harus menggunakan benang berkualitas yang direkomendasikan seperti benang sakura, himalaya, atau milk cotton, sehingga rajutannya tidak luntur dan tidak berubah warna,” jelasnya. Payudara buatan itu kemudian diisi filler dengan dacron kualitas terbaik.

Rosalina mengatakan penjagaan kualitas ini perlu untuk menghindari ketidaknyamanan pada pengguna knockers yang memiliki alergi atau lainnya. Bahan-bahan terbaik itu diperlukan agar pemakainya merasa nyaman dan aman.

“Untuk memudahkan para perajut di seluruh Indonesia, kami juga menyediakan tutorial diagram, pola, ukuran knockers melalui video di YouTube,” tambahnya.

Penyaluran knockers dilakukan sesuai permintaan dari seseorang atau komunitas maupun rumah sakit yang bekerja sama dengan Knitted Knockers Indonesia. Caranya mudah, hanya dengan mendaftar di laman resmi knittedknockersindonesia.orgAnda bisa meminta untuk dikirimkan knockers sesuai ukuran dan kebutuhan. Semuanya gratis!

Setelah proses verifikasi (biasanya tim Knitted Knockers Indonesia akan menelepon), payudara buatan siap dikirimkan ke alamat si pemohon. Pengiriman ulang dapat dilakukan setahun kemudian karena masa layak pakai knockers adalah 1 tahun. Selama pemakaian penggunanya dapat mencuci dan merawat knockers agar tetap awet.

Rosalina berharap agar makin banyak orang yang terlibat dan berkomitmen dalam komunitas ini. Baginya membantu sesama merupakan panggilan hati yang murni karena dasar belas kasih dan kemanusiaan.

Dia terbuka dan mengajak siapa saja yang terbeban dan ingin ikut menjadi relawan di Knitted Knockers Indonesia. “Tidak harus yang bisa merajut, dukungan dana dan keahlian lainnya juga diperlukan untuk keberlangsungan gerakan ini,” katanya.

Sejauh ini, telah banyak komunitas perajut yang bergabung dan mendonasikan karyanya melalui Knitted Knockers Indonesia. Mereka telah menyalurkan sebanyak 4.000 payudara artifisial untuk para penyandang kanker payudara di Indonesia. Makin banyak orang yang mengetahui gerakan ini, makin banyak penderita kanker payudara yang terbantu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kanker payudara

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top