Bibit Siklon di Laut Banda Menguat, Waspadai Cuaca Buruk di Indonesia Timur

BMKG memprediksi bibit siklon yang terpantau makin menguat pada Rabu pagi berpotensi menjadi siklon tropis
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  21:49 WIB
Bibit Siklon di Laut Banda Menguat, Waspadai Cuaca Buruk di Indonesia Timur
Petugas BMKG menunjukkan area pergerakan badai Siklon Tropis Cempaka di Laboratorium BMKG Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/11). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat di kawasan Indonesia timur diimbau untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat semakin menguatnya bibit siklon tropis yang tumbuh di Laut Banda.

Berdasarkan pantauan BMKG pada Rabu pagi (8/5/2019), bibit siklon tropis dengan kode 93S terpantau berada di Laut Banda dekat Maluku Tenggara, tepatnya di sekitar 6.6 Lintang Selatan dan 129 Bujur Timur.

"Bibit siklon ini dalam 12 Jam terakhir semakin menguat dan berpotensi menjadi Siklon Tropis dalam beberapa jam ke depan," ungkap Deputi Bidang Meteorologi, R Mulyono R Prabowo lewat keterangan resmi.

Hasil pantauan BMKG menunjukkan bibit siklon tropis tersebut memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dengan tekanan minimum hingga 1000 hPa dengan pergerakan ke selatan-barat daya mendekati wilayah Timor Leste.

Keberadaan bibit siklon tropis 93S diperkirakan akan menimbulkan kondisi cuaca buruk di beberapa wilayah di Indonesia timur dan Timor Leste.

Beberapa di antaranya yakni hujan dengan intensitas sedang-lebat berpeluang terjadi di wilayah Maluku bagian selatan dan Nusa Tenggara Timur (NTT) bagian timur. 

Selain itu, angin dengan kecepatan di atas 25 knot atau 48 km/jam berpotensi terjadi di NTT, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Maluku.

"Gelombang dengan ketinggian 1.25 - 2.50 meter berpeluang terjadi di Laut Banda bagian utara, Perairan Kepulauan Kei - Aru, Laut Arafuru bagian timur," sambung Mulyono.

Gelombang dengan ketinggian 2.5 sampai 4 meter juga berpeluang terjadi di Laut Banda bagian selatan. Sementara di Perairan Kepulauan Sermata, Leti, Kepulauan Babar, Tanimbar, dan Laut Timor, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 4 sampai 6 meter.

Menyusul kondisi ini, transportasi laut di sekitar daerah terdampak bibit badai diperkirakan akan terganggu. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk berhati hati dan mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang diperkirakan akan terjadi.

BMKG terus memantau perkembangan bibit siklon tropis ini setiap saat melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMKG

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top