Johan Budi dan Nico Siahaan Hampir Dipastikan Lolos ke Parlemen

Dua calon anggota legislatif dari PDIP, Johan Budi Sapto Prabowo dan Nico Siahaan, hampir dipastikan lolos ke DPR RI dari hasil Pemilu 2019.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  09:25 WIB
Johan Budi dan Nico Siahaan Hampir Dipastikan Lolos ke Parlemen
Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) dan dua mantan pimpinan KPK, yaitu Johan Budi (kedua kiri) dan Taufiequrachman Ruki (kedua kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/5/2017). - Antara/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA -- Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Prabowo hampir dipastikan lolos menjadi anggota parlemen periode 2019-2024.

Lolosnya Johan Budi ke DPR RI diketahui setelah dirinya meraih 76.000 lebih suara dalam Pemilu 2019, berdasarkan penghitungan hingga Rabu (8/5/2019). Tetapi, dia meminta masyarakat menunggu kabar resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai keberhasilan dirinya menjadi anggota parlemen.

"Insya Allah lolos, tapi kita nunggu tanggal 22 Mei [2019] saja, dari KPU. Sementara dari laporan teman-teman di DPC PDIP, [mendapat] sekitar 76.000 lebih [suara]," kata Johan Budi kepada Bisnis.

Dia menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP di daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur (Jatim) VII. Dapil tersebut mencakup wilayah Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, dan Magetan.

Selama ini, Johan Budi dikenal sebagai Jubir Kepresidenan, setelah sebelumnya menjabat Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2006-2014. Dia juga sempat menjabat sebagai Deputi Pencegahan KPK pada 2014-2015.

Bernasib sama dengan Johan Budi, caleg PDIP di Dapil Jawa Barat (Jabar) I Junico BP Siahaan, yang akrab disapa sebagai Nico Siahaan, juga hampir dipastikan lolos menjadi anggota parlemen 2019-2024. Pria yang dikenal sebagai presenter itu telah mengonfirmasi potensi lolos sebagai caleg, tapi tidak membuka berapa perolehan suaranya dari dapil tersebut.

"Sepertinya aman. Harapannya bisa kawal program-program lebih ketat lagi, karena masih banyak distribusi program yang tidak merata dan salah sasaran," ucap Nico kepada Bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
caleg, Pemilu 2019

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top