Sebuah Drone Sukses Kirimkan Ginjal untuk Transplantasi

Sebuah drone sukses diterbangkan dan mengantarkan ginjal untuk pertama kalinya guna keperluan transplantasi di Amerika Serikat (AS). 
Sebuah Drone Sukses Kirimkan Ginjal untuk Transplantasi Renat Sofie Andriani | 30 April 2019 19:42 WIB
Sebuah Drone Sukses Kirimkan Ginjal untuk Transplantasi
Top Flight Technologies berspesialisasi dalam sistem tenaga listrik hibrida dan teknologi otonom sepenuhnya untuk UAV. - Hyundai

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah drone sukses diterbangkan dan mengantarkan ginjal untuk pertama kalinya guna keperluan transplantasi di Amerika Serikat (AS). 

Langkah semacam ini dikatakan dapat membuat pengiriman organ menjadi lebih aman dan berbiaya lebih terjangkau.

Drone, pesawat dengan kendali jarak jauh, itu dibuat khusus untuk memonitor secara real time organ yang dibawa saat diterbangkan di udara serta memberikan setiap update kepada para petugas yang menangani proses transplantasi.

Menurut University of Maryland Medical Center (UMMC), organ itu telah berhasil ditransplantasikan ke seorang wanita berusia 44 tahun dari Baltimore, Maryland, pada 19 April.

Wanita yang identitasnya tidak diungkapkan itu disebut telah menjalani dialisis selama 8 tahun sebelum menjalani transplantasi.

“Sebagai hasil dari kolaborasi yang luar biasa antara pakar bedah, insinyur, Federal Aviation Administration (FAA), spesialis pengadaan organ, pilot, perawat, dan pasien, kami dapat menjadi pelopor terobosan dalam transplantasi,” ujar Joseph Scalea, pimpinan proyek dan salah satu ahli bedah yang melakukan transplantasi di UMMC, seperti dikutip USA Today.

Sebelum melakukan pengiriman, para peneliti terlebih dahulu menguji drone dengan mengirimkan barang-barang seperti saline, tabung darah, dan ginjal manusia yang sehat tetapi tidak dapat berfungsi.

Para dokter percaya penggunaan drone untuk mengirimkan organ-organ tubuh yang diperlukan dapat bermanfaat bagi lebih banyak orang ketimbang metode pengangkutan organ secara tradisional.

“Masih ada perbedaan yang signifikan antara jumlah penerima dalam daftar tunggu transplantasi organ dan jumlah total organ yang dapat ditransplantasikan,” ujar Scalea dalam sebuah pernyataan.

“Teknologi baru ini memiliki potensi untuk membantu memperluas kumpulan organ donor dan akses terhadap transplantasi,” tambahnya.

Penggunaan drone telah berkembang luas dalam beberapa tahun terakhir, saat beberapa industri menyertakan teknologi ini ke dalam layanan mereka.

FAA baru-baru ini memberikan sertifikasi pada layanan Wing milik Google untuk pengiriman dengan drone. Sebelumnya, Amazon telah berhasil mengirimkan paket pertamanya dengan drone pada 2016.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ginjal

Sumber : USA Today

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top