Kuartal I/2019, Samsung Catat Laba di Bawah Perkiraan

Samsung Electronics Co. membukukan laba yang meleset dari perkiraan analis pada kuartal pertama tahun 2019 , menyusul pergulatan dengan pendapatan chip memori yang menurun dan penundaan rilis smartphone.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 April 2019  |  08:05 WIB
Kuartal I/2019, Samsung Catat Laba di Bawah Perkiraan
Samsung - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Samsung Electronics Co. membukukan laba yang meleset dari perkiraan analis pada kuartal pertama tahun 2019 , menyusul pergulatan dengan pendapatan chip memori yang menurun dan penundaan rilis smartphone.

Dilansir dari Bloomberg, laba bersih turun menjadi 5,11 triliun won (US$4,4 miliar) pada kuartal pertama tahun 2019. Angka ini lebih rendah dibandingkan estimasi rata-rata analis sebesar 5,7 triliun won yang disusun oleh Bloomberg. Padahal, analis telah menurunkan proyeksi sebelumnya.

Melambatnya ekspansi pusat data di seluruh dunia telah merusak permintaan akan chip memori Samsung, sementara persaingan di China telah menggerogoti bisnis smartphone perusahaan.

Awal bulan ini, anjloknya penjualan chip membuat Samsung melaporkan laba operasional terburuknya dalam beberapa tahun terakhir, dan perusahaan menunda rilis Galaxy Fold tanpa batas waktu setelah laporan adanya kegagalan layar.

Samsung saat ini memprediksi peningkatan di paruh kedua tahun ini karena pelanggan bekerja melalui masalah inventaris dan beralih ke chip berkapasitas lebih tinggi.

"Belum ada tanda yang jelas bahwa permintaan untuk chip memori meningkat, meskipun paruh kedua harus lebih baik dari yang pertama," kata Lee Jae-yun, seorang analis di Yuanta Securities Korea Co, seperti dikutip Bloomberg.

"Akan butuh waktu dua hingga tiga tahun sebelum teknologi telepon lipat menjadi cukup andal untuk membuka pasar yang sama sekali baru, sehingga penundaan telepon lipat tidak akan mempengaruhi fundamental Samsung secara signifikan,” lanjutnya.

Sementara itu, laba operasional perusahaan mencapai 6,23 triliun won, sejalan dengan angka awal yang dirilis awal bulan ini. Adapun penjualan mencapai 52,4 triliun won.

Saham Samsung ditutup pada perdagangan Senin pada level 46.150 won, melemah sekitar 1 persen. Saham Samsung telah menguat 19 persen tahun ini hingga penutupan Senin, setelah meluncur 24 persen pada 2018.

Penghasilan dari unit chip masih menyumbang 4,12 triliun won dan sebagian besar laba perusahaan. Harga kontrak untuk modul server DRAM 32 gigabyte, yang digunakan untuk menyimpan data pada PC dan server, turun 38 persen pada kuartal pertama, menurut InSpectrum Tech Inc.

Sementara itu, harga chip memori flash MLC NAND 128 gigabit, yang menyimpan data pada perangkat ponsel, turun 23 persen.

Divisi seluler Samsung membukukan pendapatan operasional sebesar 2,27 triliun won. Sementara perusahaan tetap menjadi produsen telepon terbesar di dunia, pangsa pasar Samsung telah menyusut karena pesaing asal China, Huawei Technologies Co dan Oppo, mengejar ketinggalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
samsung

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top