Jemaah Haji Diminta Pahami Moderasi Beragama

Dakwah moderasi beragama ditekankan sangat penting bagi para calon jemaah haji Indonesia agar dapat memandang keberagaman dengan cara yang baik serta menempatkan washatiyah Islam dalam praktik beragama saat berada di Tanah Suci.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2019  |  21:53 WIB
Jemaah Haji Diminta Pahami Moderasi Beragama
Ibadah di Masjidil Haram. - Reuters/Suhaib Salem

Bisnis.com, JAKARTA – Dakwah moderasi beragama ditekankan sangat penting bagi para calon jemaah haji Indonesia agar dapat memandang keberagaman dengan cara yang baik serta menempatkan washatiyah Islam dalam praktik beragama saat berada di Tanah Suci.

“Jemaah haji Indonesia yang selama ini terkenal paling santun disarankan menerapkan moderasi beragama dalam memandang keberagaman,” kata Staf Ahli Menteri Agama Oman Fathurahman dalam acara Pembekalan Terintegrasi Petugas Hahi Arab Saudi Tahun 1440H/2019 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019) malam.

Dia mengemukakan moderasi beragama sangat penting diterapkan selama menjalankan ibadah haji karena merupakan sikap dan perilaku yang selalu mengambil posisi di tengah, adil, berimbang, dan tidak ekstrim dalam praktik beragama.

Menurut dia, dalam norma umum pun berlaku bahwa setiap individu pemeluk agama, apapun suku, etnis, budaya, agama, dan pilihan politiknya harus mau saling mendengarkan satu sama lain.

“Saling belajar untuk melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan pemahaman keagamaan di antara mereka,” paparnya.

Oman Fathurahman mengutip butir Abu Dhabi Declaration pada 4 Februari 2019 dalam Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan disebutkan bahwa musuh bersama saat ini adalah ekstrimisme akut, hasrat saling memusnahkan, perang, intoleransi, dan rasa benci di antara sesama umat manusia yang semuanya mengatasnamakan agama.

“Untuk itu perlu membangun kesadaran bersama yang intinya menjadikan wasathiyah sebagai cara pandang dalam setiap komunikasi dengan jemaah,” tuturnya.

Hal kedua yakni pentingnya tuntunan manasik haji yang kaya perspektif dan imajinatif.

Selanjutnya yakni penting memberikan teladan/perilaku dalam memberikan contoh sikap, adil, dan seimbang dalam beribadah.

“Ini agar pada saatnya nanti ada peningkatan kualitas kemabruran para jamaah haji,” kata Oman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibadah Haji

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top